Selasa, 16 April 2019 09:48

Tiongkok pantas disebut "stabilisator” perdagangan global

Luar Negeri

Biro Administrasi Kepabeanan Tiongkok hari Jumat kemarin (12/4) merilis data statistik ekspor dan impor perdagangan kuartal pertama tahun ini. Data menunjukkan, nilai total ekspor dan impor perdagangan luar negeri Tiongkok untuk kuartal pertama tahun ini adalah sebesar 7,01 triliun yuan RMB, atau meningkat 3,7 persen, dengan perinciannya ekspor mencatat 3,77 triliun yuan, meningkat 6,7 persen; impor mencatat 3,24 triliun yuan, meningkat 0,3 persen.

Data tersebut seharusnya disyukuri mengingat terus menegangnya situasi perdagangan dan melambannya laju pertumbuhan perdagangan global. Prestasi Tiongkok tersebut diyakini telah memperlihatkan kekuatan perkasa ekonomi Tiongkok beserta potensi luar biasa pasar Tiongkok.

Secara keseluruhan perdagangan luar negeri Tiongkok pada kuartal pertama telah mengindikasikan karakteristik “stabil dan bermutu tinggi”, dengan perinciannya termanifestasi dalam tiga aspek sebagai berikut: Pertama, mitra perdagangan Tiongkok semakin plural. Kedua, struktur komoditas ekspor dan impor semakin diperbaiki dan dioptimalkan. Ketiga, perdagangan luar negeri Tiongkok menunjukkan daya pendorong yang lebih kuat.

Belum lama yang lalu, yakni tepatnya pada sepuluh hari yang lalu, WTO merevisi prediksi laju pertumbuhan perdagangan global tahun ini dari 3,7 persen menjadi 2,6 persen, yang merupakan laju terendah dalam tiga tahun terakhir, dengan alasan bentrokan perdagangan dan ketidakpastian ekonomi terus meningkat. Dalam situasi internasional serupa ini, maka memang bisa disyukuri jika ekspor dan impor Tiongkok pada kuartal pertama bisa mencapai prestasi tersebut.

Di satu pihak, data statistik tersebut menyatakan bahwa ekonomi Tiongkok memiliki sifat tangguh yang kuat untuk menepis terpaan bentrokan perdagangan dari luar, bahkan mampu menjadikan krisis sebagai peluang. Beberapa indikator ekonomi, antara lain, PMI, CPI dan PPI yang diumumkan pada bulan lalu menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok secara keseluruhan terpelihara stabil. Justru karena itulah, IMF baru-baru ini menaikkan prediksi laju pertumbuhan Tiongkok menjadi 6,3 persen untuk tahun 2019, yang naik 0,1 persen dibanding prediksi pada Januari. Boleh dikatakan, aspek ekonomi yang stabil dan mantap merupakan penunjang penting bagi pertumbuhan perdagangan luar negeri Tiongkok.

Di pihak lain, serangkaian kebijakan tentang perluasan impor yang dilaksanakan oleh pemerintah Tiongkok sejak Forum Asia Bo’ao satu tahun yang lalu telah menyediakan daya penggerak yang kuat bagi perusahaan impor dan ekspor, dan ikut membina iklim bisnis yang kondusif.

Forum Puncak Kerja Sama Internasional Sabuk dan Jalan ke-2 tak lama lagi akan digelar di Beijing. Ekspo imor yaitu CIIE ke-2 akan diadakan pada akhir tahun ini. Kesemua ini akan menyediakan peluang yang lebih besar bagi perdagangan global. Sementara itu, Tiongkok akan terus berperan sebagai instrumen stabilisasi perdagangan global.

favorite 0 likes

question_answer 0 Comments

visibility 62 Views

Comments
No Comment Available
Related News
Kemenlu: Surat balasan Presiden Xi Jinping kepada siswa SMA AS tunjukkan perhatian kerja sama antar negara
Presiden Xi Jinping temui tamu-tamu agung
Kerjasama Tiongkok-Indonesia berprospek cerah