Rabu, 24 April 2019 10:00

Tiongkok prakarsai pembentukan Komunitas Senasib Maritim

Luar Negeri

Hari Selasa kemarin (23/4) adalah peringatan 70 tahun berdirinya Angkatan Laut Tiongkok. Presiden Tiongkok yang juga adalah Ketua Komisi Militer Komite Sentral PKT Xi Jinping, menemui para ketua delegasi tentara negara-negara lain yang diundang menghadiri peringatan HUT ke-70 AL Tiongkok pada hari itu juga di Qingdao.

Selain itu, dirinya juga melaksanakan peninjauan terhadap armada kapal Tiongkok, eselon udara AL Tiongkok, dan armada kapal negara lain yang datang berkunjung, serta untuk pertama kalinya mengemukakan prakarsa pembentukan Komunitas Senasib Maritim. Hal Ini menunjukkan arah bagi perkembangan AL Tiongkok serta pendorongan konektivitas laut dan kerja sama pragmatis di berbagai bidang antara Tiongkok dan negara-negara lainnya.

Dalam parade militer laut yang digelar AL Tiongkok di Qingdao serta perairan laut dan udara di sekitarnya, total telah dikerahkan 32 kapal dan 39 pesawat tempur, antara lain kapal induk Liaoning, kapal selam nuklir tipe baru, kapal pemburu tipe baru dan pesawat tempur tipe baru. Selain iyu, banyak kapal-kapal lainnya yang pertama kali ditampilkan.

Melalui pembangunan selama 70 tahun, AL Tiongkok kini merupakan kekuatan laut yang dilengkapi senjata nuklir dan senjata konvensial, mempunyai kemampuan untuk menghentikan dan bertempur, serta dapat menyelesaikan beraneka-ragam tugas militer. Parade militer laut kali ini secara terpusat memperagakan hasil pembangunan modernisasi AL Tiongkok, sekaligus memanifestasi keterbukaan dan kepercayaan diri AL Tiongkok.

Parade militer laut Qingdao juga merupakan sebuah peristiwa besar dalam diplomasi militer Tiongkok. Sekitar 20 kapal yang berasal dari 10 lebih negara antara lain Rusia, Thailand, Vietnam dan India ikut serta dalam kegiatan kali ini, seperti Pasukan Bela Diri Laut Jepang, yang mengirimkan kapal “Suzutsuki” untuk ikut serta dalam kegiatan kali ini. Kantor Berita Kyodo mengatakan, hal itu bertujuan untuk mendorong pertukaran pertahanan dan membentuk hubungan saling percaya.

Kapal besar yang dikirim Rusia terdiri atas empat kapal antara lain kapal fregat Admiral Gorshkov. Ini juga merupakan pertama kalinya kapal tersebut melakukan pelayaran jauh. Partisipasi kekuatan laut berbagai negara memanifestasi ketetapan hati berbagai negara untuk bersama memelihara perdamaian dan mengupayakan pembangunan bersama.

Sebagai sejenis pasukan yang bersifat internasional, AL Tiongkok selama 70 tahun ini telah aktif menjalankan kewajiban internasionalnya dan telah memberikan sumbangan yang menonjol dalam menjamin keamanan jalur internasional, mempertahankan tata tertib di laut dan memberikan pertolongan medis di laut.

Lingkungan pembangunan keamanan laut Tiongkok kini menghadapi tantangan sekaligus menghadapi peluang penting. Dikemukakannya inisiatif Jalur Sutera Maritim Abad ke-21 telah menyediakan platform baru bagi pendorongan perkembangan ekonomi warna biru dan perpaduan kebudayaan maritim. AL Tiongkok sebagai induk kekuatan laut negara sudah sewajarnya perlu mengemban misi baru.

Xi Jinping dalam pertemuannya dengan delegasi AL negara-negara asing menekankan, planet biru yang dihuni manusia ini telah dihubungkan oleh laut menjadi komunitas senasib-sepenanggungan. Ke depannya, AL Tiongkok dalam prakteknya akan menerapkan pandangan keamanan baru yang bersama, komprehensif, kooperatif dan kontinu bersama dengan AL berbagai negara untuk berupaya memelihara perdamaian dan ketenteraman laut, mendorong pembangunan dan kemakmuran laut, serta membentuk komunitas senasib maritim.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 168 Views

Update
No Update Available
Related News
”Wonderful Indonesia A Land of Diversity" di Oslo, Norwegia, pada 28-30 Juni 2019.
Pertemuan bilateral Jokowi dengan Perdana Menteri Thailand Prayus chan-o-cha
Xi Jinping temui Kim Jong-un