Senin, 14 Oktober 2019 15:23

Mengenal beragam kendala dalam bisnis franchise, apa saja?

Perdagangan

Dalam setiap bisnis kendala pasti hadir, termasuk dalam bisnis franchise atau waralaba. Di bisnis franchise, kendala seperti apa yang sering dijumpai? Berikut penjelasannya, seperti dikutip dari eMajels.

Kendala internal franchise (cara memasarkan usaha melalui sistem waralaba/ franchising) ada dua hal. Pertama adalah keahlian yang dimiliki oleh calon Franchisor pada bisnis model yang dijalankannya. Bila Franchisor belum memiliki pengalaman sukses (brand atau merk dagang juga termasuk pengalaman sukses) dalam bisnis model yang ingin dipasarkan secara franchising, maka hal tersebut merupakan kendala terbesar internal franchising.

Kedua adalah apa yang dikenal dengan istilah pergeseran paradigma (paradigm shift). Yang dimaksud dengan paradigma disini adalah suatu bentuk kebiasaan (kerja) yang kemudian menjadi aturan main. Paradigma berbeda dengan Mindset (kebiasaan cara berpikir/ pola pikir).

Dalam bisnis pada umumnya, paradigma bisnisnya adalah Sales. Semua kesempatan (opportunity) adalah untuk “saya” sebagai pemilik bisnis. Dalam franchising, paradigma bisnisnya adalah Service. Semua kesempatan (opportunity) adalah untuk Franchisee. Bila Franchisor tidak dapat “menggeser” paradigma bisnisnya, maka selalu akan terjadi keluhan dari Franchisee mengenai bantuan (supports) dari Franchisor, dan sulitnya meningkatkan pendapatan (sales/ revenue) dan atau keuntungan (profit margin) milik Franchisee.

Bila maksud kendala adalah keadaan yang membatasi (hal-hal yang mencegah pencapaian sasaran, atau kekuatan yang memaksa pembatalan pelaksanaan), maka kendala internal franchise ada dua hal. Pertama adalah bisnis model yang rumit. Bisnis model yang rumit umumnya membutuhkan pelatihan yang khusus dan berulang-ulang. Pengulangan-pengulangan ini akan menerbitkan biaya yang tidak kecil dan menghabiskan waktu.

Kedua adalah organisasi Franchisor yang lemah. Dalam memberi bantuan kepada Franchisee untuk dapat menjalankan bisnisnya sehingga sukses seperti Franchisor, diperlukan sebuah tim kerja agar dapat diaplikasikan kepada semua Franchisee secara merata. Tim kerja ini memiliki tugas sendiri-sendiri guna mencapai keharmonisan dalam membantu Franchisee. Tugas kerja ini berbeda dengan tugas kerja pada organisasi bisnis pada umumnya. Ada enam hal baru yang timbul, yaitu rekrutmen calon Franchisee, bantuan persiapan usaha, pelatihan (yang dilatih adalah orang lain/ Franchisee), analisa bisnis (bisnis milik Franchisee), monitoring dan kontrol (memperbaiki kesalahan kerja Franchisee), dan pengembangan bisnis agar selalu lebih didepan dari Franchisee (R&D).

Apakah ada kendala external dalam franchising? Ada beberapa. Sama halnya dengan alinea pertama, bila yang dimaksud kendala adalah halangan/ rintangan, maka hal tersebut adalah aturan pemerintah (dan kode etik bisnis).

Demikian juga bila kendala diartikan seperti alinea kedua, yaitu keadaan yang membatasi, ada dua hal: Pertama adalah mengenai tidak adanya atau tidak tersedianya personel yang dibutuhkan dalam melengkapi organisasi bisnis yang akan dijalankan oleh Franchisee, agar bisnis dapat berjalan lancar.

Kedua, adalah terbalik halnya dengan yang pertama. Bila di daerah tersebut tidak ada target market dari bisnis tersebut, maka bisnis tersebut tidak dapat (tidak feasible) dikembangkan di daerah tersebut.

Artikel di tulis oleh Redaktur Ekonomi & Bisnis, Cucun Hendriana

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 131 Views

Update
No Update Available
Related News
Mengenal beragam kendala dalam bisnis franchise, apa saja?
Situasi di pusat perbelanjaan Jalan Raya Klumprik Pdam Surabaya
Memaksa perusahaan AS mundur dari Tiongkok secara administratif hanyalah sebuah angan-angan