Rabu, 23 Oktober 2019 10:04

Fit RadioTalk bersama dr Maria Belladonna dari FK Undip Semarang dengan tema gejala menopause terkait sistem saraf

Kesehatan

Menopause mempengaruhi Otak

1. Penurunan kemampuan mengingat

Penurunan kemampuan mengingat berkaitan dengan proses menopause yang terjadi pada wanita. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2013 yang melibatkan sebanyak 2.300 wanita selama empat tahun. Ketika mereka mengalami masa pre-menopause, para peneliti mengetes kemampuan mengingat mereka. Lalu hasil yang diketahui adalah terjadi penurunan kemampuan mengingat, entah itu dalam aspek verbal maupun non-verbal. Para peneliti mengaitkan hal ini dengan penurunan kadar hormon estrogen yang terjadi pada wanita yang sedang ada pada masa itu.

Penurunan hormon estrogen ternyata adalah aspek yang mempengaruhi penurunan kemampuan mengingat seorang perempuan. Dapat dikatakan seperti itu karena beberapa responden diberikan suntikan hormon estrogen ketika masa pre-menopause dan kemudian hasil tes kemampuan mengingatnya meningkat dan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok wanita yang tidak diberikan suntikan hormon estrogen.

2. Perubahan struktur otak

Ternyata ketika seorang wanita mengalami menopause, terjadi perubahan struktur otak. Perubahan yang terjadi yaitu perubahan pada bagian putih otak yang sebagian besar terdiri dari myelin yaitu suatu bagian dari sistem saraf yang berperan dalam mengirimkan sinyal-sinyal antar-sel saraf. Berubahnya bagian putih otak dapat menyebabkan sinyal dikirim dalam waktu yang lama sehingga mengakibatkan seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau mengambil keputusan.

Sebuah studi menemukan bahwa seorang wanita yang mengalami hot flashes atau rasa panas di tubuh lebih banyak dan sering, cenderung terjadi perubahan yang lebih besar pada otak putih dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami hot flashes.

3. Menopause menyebabkan stres dan depresi

Menopause telah diketahui dapat menyebabkan perubahan suasana hati, emosi menjadi tidak stabil, serta depresi. Beberapa wanita merasakan mereka merasa sangat tertekan dan sangat depresi. Perimenopause adalah masa di mana wanita memiliki kadar estrogen yang tidak normal, naik dan turun. Ketika kadar estrogen menjadi rendah maka kondisi ini akan langsung mempengaruhi kerja hormon serotonin – hormon yang berfungsi untuk mengatur emosi dan mood – serta kemampuan kognitif seseorang, tidak hanya itu, perubahan fungsi tubuh juga akan terjadi, seperti lambatnya proses metabolisme dan meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.

Efek samping penurunan estrogen ini juga mengakibatkan gangguan tidur, keringat di malam hari, dan vagina kering. Saat seorang perempuan mengalami kondisi-kondisi tersebut, tidak sedikit dari mereka yang merasa tertekan, menjadi sangat sensitif, dan menghadapi masa ini dengan rasa emosional yang tinggi. Sehingga mereka rentan untuk mengalami depresi, rasa sedih dan cemas yang berlebihan. Dengan kondisi yang tertekan dan depresi, maka secara perlahan fungsi otak dan bahkan struktur otak akan berubah di kemudian hari.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 35 Views

Update
No Update Available
Related News
Hallo Puskesmas bersama Puskesmas Lamper Tengah Semarang bahas `HIV WPA`
Pentingnya minum air putih
Pemanis alami menyehatkan arteri