Selasa, 03 Desember 2019 10:27

Hallo Puskesmas bahas pelayanan pascanifas bersama Puskesmas Pegandan Semarang

Kesehatan

Perawatan pascamelahirkan sangat penting dilakukan para ibu. Selain untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, perawatan ini juga penting untuk menjaga kecantikan dan penampilan. Jika Anda baru melahirkan, ada baiknya Anda mengenal pengetahuan dasar perawatan pasca melahirkan.

Setelah melahirkan normal, Anda harus memastikan bahwa tidak ada masalah dalam berkemih, termasuk memerhatikan kesembuhan luka di area organ intim. Begitu pula dengan proses melahirkan melalui Operasi Caesar. Pastikan untuk merawat luka sayatan operasi di perut hingga pulih sepenuhnya.

Saat menjalani persalinan normal, kemungkinan vagina akan mengalami luka robekan atau sayatan. Luka persalinan ini membutuhkan beberapa minggu untuk bisa mengering dan pulih sepenuhnya. Jika Anda merasa nyeri ketika duduk, gunakan bantal sebagai alas duduk untuk meredakan rasa nyeri tersebut.

Selain itu, mungkin Anda akan kesulitan buang air kecil karena jaringan uretra dan kandung kemih membengkak. Tidak perlu khawatir, kondisi ini membaik seiring penyembuhan bengkak. Setelah bisa buang air kecil, basuh vagina dengan air hangat atau gunakan lap yang sudah direndam air hangat.

Anda juga disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, serta cukup minum air putih untuk melunakkan tinja. Jika tinja lunak, Anda tidak perlu mengejan terlalu kuat ketika buang air besar. Bila diperlukan, Anda dapat meminta obat pelunak tinja kepada dokter agar tidak terasa sakit saat buang air besar.

Anda harus waspada jika mengalami demam tinggi atau keluarnya cairan mencurigakan dari vagina pasca persalinan, apalagi jika disertai bau yang tidak sedap. Agar terhindar dari risiko yang berbahaya, segera hubungi dokter jika mengalami kondisi semacam itu.

Bagian tubuh yang paling butuh perhatian setelah melahirkan melalui operasi caesar adalah luka sayatan di perut. Perhatikan posisi tubuh saat beraktivitas. Usahakan selalu berdiri dan berjalan dengan postur tubuh yang baik. Berhati-hati jika sedang tertawa, bersin atau batuk, upayakan agar tidak terlalu kencang atau dipaksakan, agar bekas luka operasi tidak meregang terlalu kuat secara tiba-tiba.

Rasa nyeri pada bekas luka dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat pereda rasa nyeri sesuai anjuran dokter. Sebagai alternatif, Anda dapat menempelkan bantal pemanas di atas bekas luka, agar terasa lebih nyaman.

Anda tetap bisa mengangkat dan menggendong bayi ketika menyusui, namun di minggu pertama dan kedua hindari mengangkat barang yang lebih berat dari bayi Anda. Siapkan semua keperluan Anda dan bayi di dekat Anda, agar lebih mudah dijangkau.

Beberapa hari setelah operasi, Anda mungkin masih merasakan kontraksi, seperti kram pada saat menstruasi. Kontraksi ini terjadi untuk mencegah pendarahan berlebihan. Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri yang diberikan oleh dokter. Tetaplah tenang dalam menghadapi proses pemulihan.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 47 Views

Update
No Update Available
Related News
Membahas bahan makanan tambahan bersama Puskesmas Bugangan Semarang
Tips ini bisa mencegah nyeri otot atau sendi
Membahas gigi tiruan pada lansia bersama RSIGM Sultan Agung Semarang
×