Minggu, 16 Februari 2020 19:44

Mantan Wakil Menlu Tiongkok: `Apakah sistem demokrasi akan rapuh hadapi ancaman teknologi 5G HUAWEI?`

Luar Negeri

Dalam pidato di depan Konferensi Keamanan Munich pada tanggal 14 Februari yang lalu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Patricia Pelosi menyatakan, berbagai negara hendaknya menjauhi HUAWEI ketika menkonstruksi jaringan 5G. Dia menyatakan, Tiongkok berusaha mengekspor hegemoni digital melalui perusahaan telekomunikasi besar-besaran HUAWEI, dengan tujuan membalas dendam kepada negara-negara yang tidak menggunakan teknologi mereka.

Perkataan Pelosi itu langsung dibantah oleh Anggota Kongres Rakyat Nasional Tiongkok, selaku mantan Menteri Luar Negeri Fuying. Dia menunjukkan, sejak dilaksanakannya reformasi dan keterbukaan, Tiongkok telah mengimpor berbagai macam teknologi Barat, tapi sistem pemerintahan Tiongkok tidak mengalami ancaman dari teknologi tersebut.

Fu Ying mengajukan pertanyaan kepada Pelosi, bahwa sebagai diketahui umum, teknologi adalah alat. Tiongkok telah mengimpor berbagai macam teknologi setelah dilaksanakannya reformasi dan keterbukaan sejak 40 tahun yang lalu, kini Microsoft, IBM, Amazon berdaya dinamik di Tiongkok. Tiongkok mendirikan jaringan informasi dirinya, juga menggunakan teknologi yang berasal dari negara Barat, tapi sistem politik Tiongkok tidak mengalami ancaman dari teknologi tersebut.

Setelah itu Fu Ying menanyakan: “Apakah anda sungguh-sungguh berpendapat sistem demokrasi akan rapuh, hanya karena mendapat ancaman dari sebuah perusahaan Hi-tec seperti HUAWEI?” Perkataan Fu Ying mendapat tepuk tangan hangat setempat.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 81 Views

Update
No Update Available
Related News
Media dan masyarakat AS dukung Kapten Kapal Induk `Theodore Roosevelt` yang dipecat
Xi Jinping adakan inspeksi di lahan basah Hangzhou
Wisatawan ajak Presiden Xi naik perahu bersama
×