Senin, 30 Maret 2020 05:37

Dikala dilanda “Bencana Serius”, AS masih terus menstigma negara lain

Covid-19

Mantan Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk urusan Asia Timur dan Pasifik, Ben Rhodes baru-baru ini mengkritik Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan sejumlah politikus lainnya yang terus menstigma Tiongkok dengan menyebut virus corona jenis baru sebagai “Virus Tiongkok” atau “Virus Wuhan”. Ben Rhodes menunjukkan, “Di dunia ini tiada negara mana pun yang berbuat demikian. Dilihat dari sudut tertentu, ini bukanlah perihal terkait kebijakan geopolitik.”

Mike Pompeo dikabarkan telah berkali-kali melakukan stigmatisasi terhadap Tiongkok di berbagai ajang internasional dengan menyebarkan “teori konspirasi”. Perkataannya yang penuh dengan pikiran perang dingin dan prasangka ideologis sungguh mengejutkan dunia dan telah menjadi kendala serius bagi kerja sama internasional penanganan wabah COVID-19.

Para pemimpin AS belakangan ini dikabarkan telah menunjukkan sikap yang lebih aktif terhadap kerja sama internasional. Presiden AS Donald Trump dalam pembicaraan telepon dengan pemimpin tertinggi Tiongkok mengatakan akan secara langsung menangani penanggulangan COVID-19, menjamin kedua negara bebas dari gangguan dan tetap berfokus pada kerja sama penanggulangan pandemi”. Akan tetapi, sayangnya Mike Pompeo belum menyesuaikan diri dengan perubahan situasi, malah terus berkoar-koar dan bersikeras menghalangi kerja sama kedua negara dalam penanganan wabah.

Tidak sedikit sarjana masalah internasional yang menunjukkan bahwa Mike Pompeo sengaja membuat dirinya menjadi “kelompok garis keras” terhadap Tiongkok, dengan tujuan memenuhi kebutuhan kelompok kepentingan tertentu dan meraup kepentingannya sendiri dalam pertarungan politik multilateral yang berlangsung semakin kompleks di AS demi mengakumulasi lebih banyak modal dan mewujudkan ambisi politiknya, yaitu “mendapatkan takhta presiden”.

Para analis berpendapat, trik “berbohong, menipu dan mencuri” Mike Pompeo saat dirinya masih menjabat sebagai Direktur CIA tersebut tengah memperburuk isolasi AS di dunia, sekaligus membawa lebih banyak kesulitan bagi penanganan wabah COVID-19 di AS. Sebagai diplomat berpangkat tertinggi di AS, Mike Pompeo yang terus berbuat sembarangan demi kepentingannya sendiri sama halnya dengan tidak bertanggung jawab terhadap keselamatan jiwa rakyatnya.

Menurut laporan majalah Foreign Policy AS, Departemen Luar Negeri AS telah menginstruksikan diplomat-diplomat seniornya memberikan tekanan kepada pemerintah atau perusahaan asing untuk mengekspor lebih banyak barang-barang kebutuhan medis kepada AS.

Masyarakat internasional memberikan bantuan kepada AS dengan bertolak dari semangat manusiawi dan empati terhadap keselamatan jiwa rakyat AS, mutlak bukan karena tunduk kepada ancaman atau tekanan dari sejumlah politikus AS.

Saat ini, AS yang berada dalam status “bencana serius” sedang menghadapi situasi yang sangat gawat dalam penanganan wabah. Perilaku Pompeo yang lebih memprioritaskan kepentingan politiknya daripada kepentingan publik masyarakat AS tidak boleh dibiarkan, jika tidak, AS akan membayar dengan harga yang lebih tinggi dan akan terjerumus dalam keadaan terisolasi yang semakin buruk pada masa mendatang.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 26 Views

Update
No Update Available
Related News
Kapolres Sumedang cek Pasar Sandang
Penanaman perdana jagung oleh Polres Ciamis dan Kodim 0613 Ciamis
Cegah Covid-19, Bhabinkamtibmas Gunung Jati Polres Cirebon Kota sampaikan edukasi
×