Sabtu, 23 Mei 2020 13:48

Menghormati tata hukum ekonomi, Tiongkok yakin bisa rampungkan target pertumbuhan ekonomi

Luar Negeri

Laporan Kinerja Pemerintah Pusat tahunan selalu diumpamakan dengan barometer yang menjadi tolok ukur perkembangan ekonomi suat negara. Laporan Kinerja Pemerintah Pusat yang disampaikan dalam sidang tahunan KRN yang dibuka pada 22 Mei tidak mengajukan target laju pertumbuhan ekonomi untuk dicapai pada tahun 2020. Laporan menegaskan perlunya memprioritaskan penciptaan lowongan kerja dan perbaikan hajat hidup rakyat, berusaha keras memenangkan kampanye pengentasan kemiskinan dan berupaya mewujudkan masyarakat sejahtera secara menyeluruh. Laporan mengajukan indikator terukur secara kuantitas terkait regulasi makro, antara lain, penciptaan lapangan kerja dan harga konsumsi kebutuhan hidup harian.

Terkait pertanyaan mengapa tidak diajukan target pembangunan ekonomi dalam laporan kinerja pemerintah pusat tahun ini, analis berpendapat hal ini justru mencerminkan kehormatan kepada tata hukum ekonomi. Saat ini pandemi COVID-19 masih terus menyebar di seluruh jagad, ekonomi dunia pun telah mengalami resesi serius. Dana Moneter Internasional dalam laporan World Economic Outlook edisi April memprediksi ekonomi global tahun ini akan menciut sebesar 3 persen, yang merupakan resesi terparah sejak Depresi Besar pada 1930-an. Dana Moneter Internasional dalam laporannya berpandangan bahwa ekonomi dunia akan menghadapi banyak unsur ketidakpastian karena wabah virus corona. Sama halnya, ekonomi Tiongkok juga menghadapi sejumlah unsur yang sulit diramalkan. Dalam situasi demikian, tidak menetapkan target laju pertumbuhan secara kongkret justru mencerminkan sikap pemerintah Tiongkok yang selalu bertindak pragmatis. Hal ini akan menguntungkan rakyat Tiongkok lebih berfokus pada target-target pembangunan sepanjang tahun 2020.

Pemerintah pusat Tiongkok menetapkan 6 tugas utama untuk dirampungkan dalam tahun ini, antara lain, meningkatkan pelaksanaan regulasi makro, memperdalam reformasi demi menstimulus daya hidup subjektif pasar, memperluas permintaan domestik demi mendorong transformasi pola pertumbuhan ekonomi, mengusahakan terealisasinya target pengentasan kemiskinan, mendorong panen pertanian, meningkatkan keterbukaan di level lebih tinggi terhadap dunia luar, menstabilkan penanaman modal asing dan perdagangan luar negeri dan mendorong perbaikan hajat hidup rakyat.

Wabah virus corona telah membawa terpaan serius terhadap ekonomi dan sosial Tiongkok. Akan tetapi, keselamatan jiwa harus selalu ditempatkan di posisi teratas. Kerugian ekonomi adalah harga yang harus dibayar Tiongkok. Untuk sedapat mungkin menekan pengaruh wabah, pemerintah pusat dalam laporan kinerja pemerintah telah mengajukan kebijakan konkret yang dapat dilaksanakan secara tepat sasaran.

Laporan tersebut mengajukan serangkaian tugas utama untuk mendukung tercapainya target pengentasan kemiskinan. Hal ini akan membantu Tiongkok mewujudkan target pengentasan kemiskinan menurut rencana. Laporan juga menegaskan keterbukaan terhadap dunia luar di level yang lebih tinggi serta berusaha menstabilkan perdagangan luar negeri. Hal ini tidak hanya berfaedah untuk meredam imbas wabah terhadap perdagangan dan investasi luar negeri, juga akan memperkuat keyakinan dunia terhadap ekonomi Tiongkok, sehingga akan menguntungkan kestabilan rantai pasok dan rantai industri secara global.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 16 Views

Update
No Update Available
Related News
Bagaimana Wuhan wujudkan deteksi asam nukleat kepada jutaan warga kota?
KBRI Washington DC pastikan kondisi WNI di Amerika Serikat dalam kondisi aman
Wawancara eksklusif Zhu dan dengan Carrie Lam Cheng Yuet-ngor
×