Sabtu, 17 Oktober 2020 13:48

Diplomasi Koersif akhirnya isolasikan politikus AS sendiri

Luar Negeri

Menurut Harian Yomiuri Shinbun Jepang hari Jumat kemarin (16/10) , sejumlah pejabat sudah mengungkapkan bahwa Jepang telah memberitahukan Amerika Serikat (AS) tentang ketidak-hadirannya dalam rencana AS yang mengesampingkan perusahaan Tiongkok dari jaringan telekomunikasi. Dalam Dialog Ekonomi Strategis Korea Selatan - AS ke-5 pada hari Rabu lalu (14/10), pejabat Korea Selatan dengan alasan “pihak perusahaan mengambil keputusan final” menolak permintaan kasar AS untuk mengesampingkan Perusahaan Huawei di luar pembangunan jaringan 5G. Itu menunjukkan bawah “Diplomasi Koersif” tidak ada jalan keluar pada era globalisasi yang menganut multilateralisme dan kemenangan bersama.

Tahun ini, memfitnah Tiongkok selalu dijadikan sebagai topik pembicaraan inti dalam kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ke Eropa, Timur Tengah dan Amerika Latin. Meskipun sejumlah kecil negara bersikap hati-hati karena diancam oleh AS, tapi lebih banyak negara mengambil keputusan objektif dan rasional.

Selain memberikan tekanan kepada negara lain untuk membentuk apa yang disebut “kelompok anti-Tiongkok”, politikus AS juga memaksa negara lian bahkan negara sekutunya untuk mengikuti pimpinannya pada topik pembicaraan lain. Misalnya, AS sama sekali tidak mempertimbangkan kepentingan Jerman sebagai sekutunya, mencoba mengenakan sanksi untuk mencegah proyek Nord Stream 2 sebagai proyek kerja sama Rusia dan Jerman. Politikus AS juga berupaya menggunakan diplomasi koersif dan politik kekuasaan terhadap Iran dan Venezuela.

Semua negara memiliki status setara pada hukum internasional biarpun besar apa kecil, kuat apa lemah, tiada negara manapun yang bersedia menerima paksaan. Semakin banyak negara sudah jelas bahwa perselisihan atau kontradiksi antara Tiongkok dan AS itu adalah masalah pemilihan multilateralisme atau unilateralisme, pemilihan kerja sama dan kemenangan bersama atau Zero Sum Game. Justru seperti komentar Kantor Berita AFP, pemerintah AS telah rugi akibat “pemberian tekanan ekstrim” kepada negara lain sehingga dirinya sendiri “sangat terisolasi”.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 58 Views

Update
No Update Available
Related News
Pakar Masalah uraikan kemajuan usaha HAM Tiongkok
Indonesia tolak pesawat militer AS singgah, kisah seperti apa di balik keberanian penolakan tersebut?
Tiongkok penuhi komitmen untuk dorong distribusi adil vaksin di seluruh dunia
×