Senin, 16 November 2020 09:35

Hubungan Tiongkok-ASEAN terus menuju jenjang baru

Luar Negeri

Pertemuan Serial Pemimpin Kerja Sama Asia Timur 2020 diadakan secara virtual pada tanggal 11-15 November. Pertemuan serial kali ini diadakan di latar belakang yang khusus, pada waktu yang khusus, dan juga memiliki signifikansi yang khusus. Epidemi COVID-19 masih merebak di seluruh dunia, ekonomi dunia sedang mengalami kesulitan, unilateralisme dan bullying merajalela. Di latar belakang ini, pertemun menyampaikan sinyal penting kepada dunia luar, yaitu menegakkan kepercayaan dan meningkatkan solidaritas, memperdalam kerja sama penanggulangan wabah, berfokus pada perkembangan ekonomi, menguasai arah kerja sama regional dan secara layak menangani perselisihan. Sementara penandatanganan Persetujuan Hubungan Kemitraan. Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) memiliki signifikansi yang membuka zaman, karena itu menandakan peresmian zona dagang bebas yang terbesar populasinya, paling banyak anggotanya, dan terbesar potensi perkembangannya di dunia.

Sejak tahun ini, kerja sama Tiongkok-ASEAN (10 Plus 1) menunjukkan empat ciri khas. Pertama, kerja sama penanggulangan wabah terus didorong maju. Pada awal terjadinya wabah COVID-19, negara-negara ASEAN aktif memberikan bantuan kepada Tiongkok. Kemudian Tiongkok juga mendukung upaya negara-negara ASEAN dalam penanggulangan wabah dengan mengirim tim medis, berbagi pengalaman pencegahan dan pengendalian wabah, dan menyediakan material bantuan dan lain-lain. Kini kedua pihak akan secara titik berat mengadakan kerja sama litbang dan penggunaan vaksin COVID-19.

Kedua, “diplomasi awan” dilaksanakan dengan kualitas tinggi. Presiden Tiongkok Xi Jinping dan para pemimpin negara-negara ASEAN mengintensifkan pengarahan strategis terhadap hubungan bilateral dan kerja sama regional dalam bentuk pembicaraan telepon dan surat-menyurat. Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang menghadiri konferensi luar biasa pemimpin ASEAN, Tiongkok, Jepang, Korsel dan ASEAN (10 Plus 3) mengenai penanggulangan wabah. Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan kontak erat dengan para menlu negara-negara ASEAN baik daring maupun luring.

Ketiga, kerja sama ekonomi dan perdagangan meningkat dengan mengatasi kesulitan. Dalam tiga triwulan pertama tahun ini, volume perdagangan kedua pihak tercatat 481,81 miliar Dolar AS, yang berarti naik 5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. ASEAN secara historis menjadi mitra dagang terbesar bagi Tiongkok. Investasi Tiongkok di ASEAN meningkat 76,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Hubungan ekonomi dan hubungan industri kedua pihak menjadi semakin erat.

Ke-empat, kesepahaman politik kedua pihak bertambah semakin banyak. Kedua pihak memiliki keinginan politik yang tegas dalam pemeliharaan perdamaian dan kestabilan di Laut Tiongkok Selatan (LTS), dan Kode Etik LTS (CoC) terus didorong maju dengan mengatasi dampak wabah. Kedua pihak memiliki kesepahaman tinggi dalam mendukung multilateralisme dan perdagangan bebas, dan juga lebih mementingkan keamanan non-tradisional terutama kerja sama keamanan kesehatan publik.

Dalam sepuluh tahun sejak pembentukan Zona Dagang Bebas Tiongkok-ASEAN, konotasinya terus diperkaya, dan levelnya terus ditingkatkan. Persetujuan Hubungan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) yang ditandatangani kemarin lebih lanjut memperdalam pengintegrasian ekonomi regional, dan lebih inklusif, maka sangat bermanfaat dalam mendorong perdagangan dan investasi satu sama lain di kawasannya. Pihak Tiongkok bersedia di atas dasar saling menguntungkan dan menang bersama, mengintensifkan penyinergian strategi pembangunan dengan negara-negara ASEAN, dan mendorong kerja sama pembangunan bersama “Sabuk dan Jalan”.

Tahun depan genap 30 tahun penjalinan hubungan dialog Tiongkok-ASEAN. Di Tiongkok ada pepatah yang berbunyi “Sampai pada usia 30 tahun hendaknya menjadi mantap”. Kini hubungan Tiongkok-ASEAN akan menyongsong HUT ke-30, hubungannya diyakini akan menjadi lebih matang dan terus berkembang ke arah saling menguntungkan dan menang bersama, lebih lanjut menyejahterakan rakyat Tiongkok dan negara-negara ASEAN, juga akan bermanfaat dalam memelihara perdamaian, kestabilan dan kemakmuran kawasannya bahkan seluruh dunia.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 168 Views

Update
No Update Available
Related News
44 tahun ke depan, manusia akan ambil sampel dari bulan dengan Wahana Chang’e-5
44 tahun ke depan, manusia akan ambil sampel dari bulan dengan Wahana Chang’e-5
Pidato Presiden Xi Jinping buka prospek cerah perekonomian dunia
×