Rabu, 18 November 2020 14:03

Mengapa dunia kagum pada ekonomi Tiongkok yang berkembang “Di Luar Dugaan”?

Ekonomi

“Ekonomi Tiongkok mengalami lonjakan kuat pada Oktober lalu dan telah memperkokoh posisinya sebagai satu-satunya ekonomi utama yang mewujudkan pertumbuhan positif sepanjang tahun ini,” demikian pemberitaan Bloomberg seusai otoritas Tiongkok merilis data ekonomi Oktober lalu. Kantor berita Reuters melaporkan bahwa kinerja ekonomi Tiongkok pada bulan Oktober “melampaui prediksi secara keseluruhan”.

Sepanjang Oktober lalu, industri Tiongkok terus memelihara laju pertumbuhan pesat, sementara itu konsumsi dan investasi secara gradual mengalami peningkatan. Nilai tambah industri ukuran besar naik 6,9 persen, atau meningkat 2,2 persen dibanding periode sama tahun lalu, jauh lebih tinggi daripada 6,5 persen yang diprediksi oleh Reuters sebelumnya. Sementara itu, indeks produksi jasa (SPI) naik 7,4 persen dibanding periode sama tahun lalu, atau naik 2 persen dibanding September lalu.

Perbaikan di sisi permintaan sama menonjol dengan penawaran. Meningkatnya konsumsi memberikan dukungan kontinu terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pada Oktober, volume penjualan ritel barang-barang konsumsi sosial Tiongkok sebesar 3,8576 triliun yuan RMB, meningkat 4,3 persen. Di antaranya sebanyak 437,2 miliar yuan disumbangkan dari usaha katering, yang naik 0,8 persen dibanding periode sama tahun lalu, atau untuk pertama kalinya mengalami pertumbuhan positif pada tahun 2020.

Yang patut diperhatikan ialah libur panjang Hari Nasional dan Tiongciu juga ikut memberikan andil dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi domestik. Menurut statistik, selama libur panjang tersebut, usaha penjualan ritel dan perusahaan katering titik berat memperoleh penghasilan sebesar 1,6 triliun yuan. Industri pariwisata mendapatkan 46,656 miliar yuan yang disumbangkan 637 juta kunjungan wisata domestik selama libur panjang. Harian New York Times menilainya sebagai sinyal paling jelas yang menunjukkan pemulihan Tiongkok dari pandemi COVID-19.

Selain perbaikan yang terjadi di sisi penawaran dan permintaan, lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat juga mengalami perbaikan yang stabil. Pada Oktober lalu, tingkat pengangguran di kota seluruh negeri sebesar 5,3 persen, menurun 0,1 persen dibanding September lalu. Yang patut disebut ialah hingga Oktober lalu, penambahan lowongan kerja baru di kota mencapai 10,009 juta.

Hasil survei yang dilakukan IHS Markit terhadap 6.600 perusahaan di 12 negara pada akhir Oktober lalu menunjukkan, bisnis perusahaan tersebut mengalami pemulihan cepat di Tiongkok. Kini pasar Tiongkok telah menjadi “titik terang” dalam laporan finansial terbaru Volkswagen dan L’Oreal. Justru seperti apa yang ditulis dalam laporan survei IHS Markit bahwa peluang dari pasar konsumsi raksasa Tiongkok sudah sangat meningkatkan peranan Tiongkok sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia.

Walaupun masih menghadapi banyak kesulitan dan ketidakpastian, baik di lingkungan ekstern maupun intern, namun pemulihan ekonomi Tiongkok akan terus berlanjut sesuai dengan prediksi umum.

favorite 2 likes

question_answer 0 Updates

visibility 145 Views

Update
No Update Available
Related News
Kerja sama ekonomi Tiongkok-ASEAN bakal alami eskalasi dan pembaruan
Mengapa dunia kagum pada ekonomi Tiongkok yang berkembang “Di Luar Dugaan”?
Kupas upaya dan manfaat Indonesia terkait RCEP
×