Sabtu, 21 November 2020 13:31

Xi Jinping membentangkan bagaimana membentuk komunitas senasib-sepenanggungan Asia Pasifik

Luar Negeri

Pada bulan November tahun lalu, ketika menghadiri Pertemuan Pemimpin Negara-negara BRICS di Brasilia, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengemukakan pembentukan senasib-sepenanggungan Asia Pasifik yang terbuka, inkluasif, inovatif, berkonektivitas, bekerja sama dan menang bersama. Pada tanggal 20 bulan ini, ketika Presiden Xi menghadiri Pertemuan Informal Pemimpin ke-27 APEC membentangkan secara menyeluruh mengenai bagaimana dengan bergandengan tangan membangun komunitas senasib sepenanggungan Asia Pasifik.

Kemarin malam, Presiden Xi Jinping menghadiri Pertemuan Informal Pemimpin ke-27 APEC secara virtual . Presiden Xi dalam pidatonya mengatakan, sebuah tugas penting APEC tahun ini ialah membuka visi kerja sama pasca tahun 2020.

Pertemuan kemarin malam menerima baik Visi Putrajaya APEC 2040. Menurut visi tersebut, pada tahun 2040, akan dibentuk komunitas Asia Pasifik yang terbuka, dinamis, ulat dan damai.

Pada tahun 1994, dalam Pertemuan Informal Pemimpin APEC di Bogor Indonesia ditetapkan target Bogor, yaitu anggota ekonomi maju dan anggota ekonomi berkembang merealisasi liberalisasi perdagangan dan investasi bebas masing-masing pada tahun 2010 dan 2020. Visi Putrajaya yang dikemukakan tahun ini bertujuan untuk menggantikan “target Bogor” yang akan jatuh tempo pada akhir tahun ini.

Visi baru akan merupakan dokumen program yang menyuluhkan kerja sama APEC dalam 20 tahun ke depan. Presiden Xi dalam pidatonya mengatakan, dengan titik tolak baru itu, diharapkan dimulai tahap baru kerja sama Asia Pasifik.

Pidato Presiden Xi kemarin malam berjudul Bangun Bersama Komunitas Senaisb-sepenangungan Asia Pasifik. Dalam empat konotasi inti pembentukan komunitas senasib-sepenangungan Asia Pasifik, Presiden Xi pertama-tama menekankan keterbukaan dan keinklusifan.

Dalam pidatonya kemarin, Presiden Xi menyatakan, pihak Tiongkok menyambut ditandatanganinya RCEP dan juga akan aktif mempertimbangkan partisipasi dalam CPTPP.
CPTPP mulai diberlakukan pada tanggal 30 Desember 2018 dengan mencakup 11 negara antara lain Jepang, Kanada, Australia, Chili, Selandia Baru, Singapura, Brunei, Malaysia, Vietnam, Meksiko dan Peru dengan populasi total 498 juta jiwa.

Dalam pidatonya, Xi Jinping menunjukkan, harus mempertahankan inovasi, konektivitas dan kerja sama demi menang bersama. Ketiga ini merupakan konotasi penting dalam komunitas senasib-sepenanggungan Asia Pasifik. Presiden Xi lebih-lebih menegaskan pentingnya implementasi.

Mengenai dipertahankannya pertumbuhan inovatif, Presiden Xi menekankan keharusan mengimplementasi secara menyeluruh internet APEC dan peta jalan ekonomi digital.

Di bidang konektivitas, Presiden Xi menekankan keharusan terus mendorong diilmplementasinya cetak biru konektivitas APEC.
Di bidang dipertahankannya kerja sama demi menang bersama, Presiden Xi menekankan, harus memperdalam hubungan kemitraan Asia Pasifik yang saling percaya, inklusif, bekerja sama dan menang bersama.

Presiden Xi dalam pidatonya menyatakan, pihak Tiongkok akan atgerus mendukung perkembangan APEC, selalu berakar di Asia Pasifik, membangun Asia Pasifik dan menyejahterakan Asia Pasifik. Untuk bergandengan tangan membangun Komunitas Senasib-sepenangungan Asia Pasifik, Tiongkok tak saja ada sikapnya lebih-lebih ada aksinya.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 61 Views

Update
No Update Available
Related News
44 tahun ke depan, manusia akan ambil sampel dari bulan dengan Wahana Chang’e-5
Pidato Presiden Xi Jinping buka prospek cerah perekonomian dunia
Tiongkok dukung G-20 bersinergi atasi krisis
×