Selasa, 24 November 2020 16:00

44 tahun ke depan, manusia akan ambil sampel dari bulan dengan Wahana Chang’e-5

Luar Negeri

Pada dini hari ini (24/11) pukul 04:30 waktu setempat, Tiongkok dengan sukses meluncurkan pesawat antariksa Chang’e-5 untuk misi penjelajahan ke Bulan. Dalam misi kali ini, Chang’e-5 akan mengambil sampel bebatuan dari Bulan untuk dibawa kembali ke Bumi.

Chang’e-5 dalam misinya ke bulan kali ini akan mencetak beberapa rekor baru, antara lain, mendaratkan rover untuk mengambil sampel di permukaan Bulan secara otomatis, untuk pertama kali melakukan docking atau perapatan otomatis antara dua wahana di orbit Bulan yang berjarak 380 ribu kilometer dari Bumi, untuk pertama kali membawa sampel dari Bulan kembali ke Bumi dengan laju second cosmic velocity.

Wahana Chang’e-5 mengemban misi mengambil sampel di permukaan Bulan. Hal ini mempunyai makna penting bagi manusia. Melalui sampel yang diambil dari permukaan Bulan, ilmuwan akan dapat secara tidak langsung mengenal komponen materi benda-benda langit dan mengetahui asal usulnya.

Adapun eksplorasi ke Bulan dulu hanya pernah dilakukan oleh AS dan bekas Uni Sovyet yang berhasil mengumpulkan sekitar 300 kilogram bebatuan dan sampel tanah dari permukaan Bulan. Melalui penelitian terhadap sampel tersebut, para ilmuwan telah memperbarui pengetahuannya tentang asal usul Bulan, Bumi maupun tata surya.

Kali ini giliran Chang’e-5 yang melakukan eksplorasi ke Bulan untuk menjelajahi tempat-tempat yang sebelumnya tak pernah dicapai oleh wahana antariksa apa pun buatan manusia pada masa silam. Chang’e-5 direncanakan membawa sampel seberat 2 kilogram kembali ke Bumi. Dari 18 Agustus 1976 ketika pesawat antariksa bekas Uni Sovyet terakhir mengambil sampel di Bulan hingga sekarang, 44 tahun sudah lewat.

Misi mengambil sampel di Bulan yang dipikul oleh Chang’e-5 sangat dinantikan oleh para ilmuwan dunia. Carolyn van der Bogert dari Universitas Munster Jerman menyatakan, di tatanan teknik, mengambil sampel di Bulan dan membawanya kembali ke Bumi adalah kemampuan yang luar biasa. James Carpenter dari Europeanspace Agency mengatakan, penjelajahan yang dilakukan Chang’e-5 bakal menjadi “gladi atau latihan menjelang eksplorasi manusia ke angkasa luar pada masa depan”.

Bulan adalah benda langit yang berjarak terdekat dengan Bumi. Seiring dengan peningkatan upaya eksplorasi manusia di angkasa luar, Bulan pasti akan menjadi pos pertama yang dijelajahi manusia dan benda langit yang paling dikenal manusia kelak.

Tiongkok melakukan eksplorasi angkasa luar selain dari intuisi mencari tahu manusia, juga adalah untuk menjajaki jalur perkembangan manusia yang menjangkau jauh. Ketua Asosiasi Kampung Bulan Giuseppe Reibaldi memuji Tiongkok telah mencapai prestasi yang jaya di bidang ilmu angkasa luar, dan misi eksplorasi ke Bulan yang dilakukan Tiongkok bakal memberikan manfaat kepada seluruh dunia.

favorite 1 likes

question_answer 1 Updates

visibility 194 Views

Update
Bravo. Jadi, ini misi ke bulan yang ke-3 setelah Amerika dan Uni Sovyet ya? Semoga bebatuan dari bulan dapat dibawa dengan baik dan dapat diteliti oleh para ilmuwan dunia.
Rabu, 25 November 2020 06:13

Related News
Multilateralisme apa yang dibutuhkan dunia?
Pandangan Xi Jinping terhadap ekonomi dunia pada 4 tahun Lalu
Sanksi Tiongkok terhadap Pompeo tak hanya balasan yang setara, tetapi juga harmoni hubungan Tiongkok-AS
×