Sabtu, 09 Januari 2021 12:25

Penindasan terhadap perusahaan Tiongkok manifestasikan mentalitas abnormal politikus AS

Luar Negeri

Pemimpin Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menandatangani dekret administratif untuk melarang transaksi melalui 8 aplikasi ponsel Tiongkok dengan alasan “keamanan negara”, di antaranya, termasuk Alipay dan Wechat Pay yang sudah sangat popular di Tiongkok. Tindakan itu lebih bagaikan sebuah ranjau yang ditanam oleh pemerintah AS sekarang ini sebelum turun panggung dengan tujuan untuk memperkokoh pendirian keras pemerintah selanjutnya untuk melawan Tiongkok.

Selama 4 tahun ini, pemerintah AS memandang Tiongkok sebagai pesaing strategis terbesar dan melancarkan penindasan di banyak bidang. Salah satunya adalah mengenakan sanksi kepada perusahaan Tiongkok, khususnya sejumlah perusahaan Iptek tinggi dan perusahaan internet, dan alasannya hampir sama semuanya, yaitu perusahaan-perusahaan itu mengancam “keamanan negara AS” walaupun tiada bukt yang kuat.

Ambil contoh 8 aplikasi ponsel Tiongkok yang diliputi dalam dekret Gedung Putih kali ini. Tahun lalu, Alipay dan Wechat Pay totalnya hanya diunduh 207 ribu kali di Appstore dan 1,6 juta kali di Google Play Store. Alasan “perusahaan Tiongkok mengancam keamanan AS” yang sengaja dibesar-besarkan itu ternyata munafik dan sangat lemah di depan angka tersebut.
\
AS menggeneralisasi konsep keamanan negara dan menindas perusahaan Tiongkok tanpa alasan, semua itu telah memperlihatkan mentalitas abnormal sejumlah orang AS terhadap Tiongkok. Mereka mencoba menyelamatkan daya saingnya yang terus menurun itu dengan memfitnah dan menindas perusahaan Tiongkok, meracuni pengertian masyarakat AS terhadap Tiongkok, serta mengekang perkembangan perusahaan Tiongkok dengan persaingan tidak adil.

Masyarakat AS mengkritik pula tindakan AS tersebut. Sesudah Gedung Putih mengeluarkan dekret administratif untuk melarang pengunduhan Tiktok dan Wechat pada bulan Agustus tahun lalu, pengadilan daerah di AS memutuskan untuk menunda pelaksanaan dekret itu. Perusahaan Apple, Ford dan Walmart menekankan kepada Gedung Putih, pelarangan Wechat akan melemahkan daya saing mereka di pasar Tiongkok.

Jika AS terus bersikeras menindas perusahaan Tiongkok, itu pasti akan membawa lebih banyak rintangan kepada kerja sama ekonomi kedua negara dan AS sendiri juga akan membayar mahal. Belasan hari lagi, pemerintah baru AS akan naik panggung. Biarpun dipertimbangkan dari bidang manapun, secepatnya membetulkan kebijakan terhadap Tiongkok selalu adalah pilihan tepatnya.

favorite 2 likes

question_answer 0 Updates

visibility 78 Views

Update
No Update Available
Related News
Pemimpin Tertinggi Tiongkok Xi Jinping memberi semangat kepada Olimpiade Musim Dingin
Jangan ketemu lagi! Menlu AS yang terburuk dalam sejarah
“Orang kaya makin kaya, orang miskin tetap miskin”, lingkaran setan yang tak kunjung habisnya di AS
×