Minggu, 10 Januari 2021 17:44

Vaksinasi gratis, penanggulangan wabah masuki tahap baru

Covid-19

Pada hari terakhir tahun 2020, vaksin covid-19 dari Sinopharm Tiongkok mendapat perizinan dari National Medical Products Administration untuk dipasarkan, menandai dimulainya vaksinasi gratis kepada seluruh masyarakat Tiongkok. Pada 9Januari yang lalu, penanggungjawab Komite Kesehatan Nasional Tiongkok menyatakan, pelaksanaan vaksinasi gratis bertujuan mewujudkan “vaksinasi wajib” di masyarakat Tiongkok, dalam rangka membina kekebalan kelompok dan mencegah penyebaran virus corona. Sejak Tiongkok mulai melakukan vaksinasi terhadap kelompok masyarakat rentan pada 15 Desember yang lalu, sampai sekarang Tiongkok total melakukan vaksinasi covid-19 sejumlah 9 juta dosis. Hal ini menandakan Tiongkok telah memasuki tahap baru proses penanggulangan wabah , dan telah membuktikan keamanan vaksin Tiongkok, meningkatkan keyakinan masyarakat internasional untuk bersolidaritas memerangi wabah.

Vaksin yang dipasarkan Tiongkok adalah vaksin inaktif besutan Sinopharm, tingkat keefektifan mencapai 79,34 persen, telah mencapai standar WHO dan Badan Pengawasan Obat-Obatan Nasional Tiongkok. Sebelumnya ada media Barat mencurigai keefektifan vaksin Tiongkok, untuk itu Sinopharm baru-baru ini di akun Wechatnya mengumumkan kasus-kasus terkait penggunaan vaksin Sinopharm yang melibatkan warga Tiongkok maupun warga asing untuk membuktikan keamanan dan keefektifan vaksin Tiongkok.

Misalnya: 138 orang karyawan dari sebuah perusahaan Tiongkok setelah menerima vaksinasi lalu dikirim ke Turki. Pada masa puncak lonjakan wabah di Turki pada Juni-Juli 2020, banyak tenaga kerja setempat terinfeksi virus corona, tapi tiada satu pun dari 138 karyawan Tiongkok yang terinfeksi. Pada awal September 2020, terjadi satu kasus terkonfirmasi virus corona pada seorang tenaga kerja Tiongkok yang belum disuntik vaksin. Buruh itu bekerja dan hidup bersama dengan 138 karyawan tersebut, tapi hanya dia sendirian yang sakit, orang lain tetap sehat. Di Uni Emirat Arab, terdapat satu keluarga yang beranggota 8 orang, satu orang di antaranya menerima vaksinasi, anggota lainya terpapar virus corona, orang yang telah disuntik vaksin berulang kali menyetir mobil untuk mengantar pasien pulang balik ke rumah sakit, tapi dirinya tidak tertular virus corona.

Kini banyak negara di dunia telah memulai vaksinasi kepada masyarakat. Amerika berencana menyelesaikan vaksinasi terhadap 20 juta orang sebelum akhir Desember 2020. Data menunjukkan, terhitung sampai 5 Januari 2021, orang yang menerima suntikan vaksin dosis pertama di Amerika hanya tercatat 4,83 juta orang, laju vaksinasi jauh terlambat daripada prakiraan. Profesor Stanley Perlman dari Universitas Iowa Amerika berpendapat, ketertinggalan vaksinasi AS diakibatkan masalah tumpang tindih yang terjadi di rantai produksi dan distribusi.

Berkebalikan dengan AS, Tiongkok sudah melakukan persiapan penuh sebelum vaksinasi, baik di rantai produksi, penyimpanan, transportasi, maupun rantai distribusi. Kini Tiongkok memulai produksi skala besar vaksin covid-19. Wakil Presiden Grup Sinopharm Zhang Yuntao menyatakan, kapasitas produksi vaksin Sinopharm pada tahun 2021 diprakirakan mencapai 1 miliar dosis, jumlah ini dapat mencukupi vaksinasi untuk 500 juta orang. Syarat penyimpanan vaksin langsung menentukan permintaan vaksin. Dua vaksin yang dipasarkan di negara asing seperti vaksin BioNTech dan Vaksin Pfizer memerlukan syarat penyimpanan yang sangat ketat, dengan suhunya harus sampai -70ºC dan -20ºC. Syarat ini tidak bisa dicukupi di kebanyakan negara di dunia ini. Namun penyimpanan vaksin Tiongkok hanya membutuhkan suhu -8ºC, lebih sesuai dengan fasilitas yang tersedia di mayoritas negara, sehingga tidak akan memberikan beban ekstra di rantai penyimpanan dan pengangkutan. Tranportasi rantai dingin di Tiongkok sudah cukup memadai. Grup Sinopharm memiliki gudang beku seluas 80 ribu meter persegi di seluruh Tiongkok, dan memiliki 880 kendaraan rantai dingin, vaksin dapat dikontrol dalam satu platform rantai pemasok, suhu dan tingkat kelembaban juga dapat dikontrol secara sekaligus. Pihaknya juga bisa mewujudkan sinergi dengan produsen vaksin agar dapat menelusuri asal usul setiap vaksin. Sementara itu, vaksin Sinopharm dapat diangkut melalui sistem logistik yang sangat lancar dan luwes sehingga dapat dikirim sampai tempat tujuan pada waktu pertama.

Warga Tiongkok merasa gembira ketika terdengar kabar tentang vaksinasi gratis yang bakal dilakukan pemerintah Tiongkok. Populasi TIongkok sekitar 1,4 miliar jiwa, kalau tiap orang disuntik dua dosis dengan satu kali suntikan biayanya 200 yuan, jadi biaya vaksinasi yang ditanggung pemerintah Tiongkok sebesar 560 miliar Yuan RMB. Beban ini cukup besar bagi Tiongkok. Ada orang bertanya, kenapa pemerintah Tiongkok rela memikul beban ini? Kita harus memahami, ganti rugi vaksinasi bukan dihitungkan dengan cara ini. Kalau dilaksanakan vaksinasi kepada seluruh masyarakat Tiongkok, dapat dibentuk benteng kekebalan kelompok, dan akhirnya mewujudkan imunisi seluruh masyarakat, sehingga laju dan tingkat penyebaran virus akan cenderung menurun tajam. Dengan demikian tekanan yang dialami sistem kesehatan dan badan pemerintah pun dapat dikurangi. Setelah mewujudkan imunisi seluruh masyarakat, ekonomi dapat terpulih kembali, industri pariwisata, katering dan hiburan dapat terpulih kembali. Biaya vaksinasi dapat diganti rugi melalui proses pemulihan ekonomi. Keberhasilan luar biasa yang dicapai Tiongkok selama penanggulangan wabah pada tahun 2020 membuktikan, ketika pemerintah Tiongkok menomorsatukan kesehatan dan keselamatan jiwa rakyat Tiongkok, tidak hanya kesehatan masyarakat yang terjamin, pemulihan ekonomi dan aktivitas sosial normal pun terjamin. Melalui vaksinasi, warga Tiongkok juga bisa membuka pintu negara dan mewujudkan komunikasi dan pertukaran dengan seluruh dunia.

Sejak Tiongkok bergabung Rencana “COVAX”, kini banyak negara sudah mulai melakukan vaksinasi dengan menggunakan vaksin buatan Tiongkok. Bagi negara-negara berkembang, pendirian Tiongkok sangat jelas, yaitu berupaya agar vaskin dapat diakses dan dibiayai oleh negara-negara berkembang. Tiongkok akan mempertimbangkan dengan berbagai cara menyediakan vaksin kepada negara-negara berkembang, termasuk penyumbangan dan bantuan gratis, agar semakin banyak negara dapat menggunakan vaksin. Tiongkok tidak hanya membuat komitmen, tapi dengan aksi riil mendorong distribusi vaksin secara adil, dan berupaya agar seluruh dunia bergandengan tangan menanggulangi wabah, serta menjamin keselamatan jiwa dan kesehatan rakyat seluruh dunia, agar seluruh dunia maju bersama dan semakin dekat dengan sinar harapan yang tidak jauh lagi.

favorite 2 likes

question_answer 1 Updates

visibility 147 Views

Update
Koreksi:penyimpanan vaksin Tiongkok hanya membutuhkan suhu 2ºC-8ºC.
Minggu, 10 Januari 2021 20:20

Related News
Tekan penyebaran Covid-19 Polsek Sliyeg Polres Indramayu gencar operasi yustisi
Kodim 0615/Kuningan gelar operasi yustisi penegakan disiplin di masa pandemi
Kapolsek Lohbener koordinasi dengan puskesmas terkait kedatangan vaksin Covid-19
×