Senin, 15 Pebruari 2021 10:04

“New York Times, kau tak tahu malu!”

Luar Negeri

Harian The New York Times dan beberapa media AS lainnya baru-baru ini “mengutip” sejumlah ahli WHO bahwa tim peneliti WHO mengalami kendala yang serius dari pihak Tiongkok dalam proses investigasinya tentang asal usul virus corona. Akan tetapi ahli-ahli yang terlibat dalam pemberitaan itu berturut-turut menyangkal atau membantah laporan harian tersebut, dan mengklaim pandangannya dipersepsikan buruk. Mereka mengecam The New York Times “tidak tahu malu”.

Ketua EcoHealth Alliance Peter Daszak, yang juga ahli patogen penyakit menular WHO menulis di akun Twitternya: “Ini bukan pengalaman saya ketika menjalankan tugas WHO. Sebagai kepala grup hewan dan ekosistem WHO, saya mengakui ketulusan rekan-rekan dari Tiongkok. Mereka patut dipercayai. Dalam proses investigasi, kami diberikan data-data baru yang penting. Kami juga memperoleh lebih banyak informasi tentang jalur penyebaran virus corona.” Ahli kesehatan publik, Thea K. Fischer adalah kepala laboratorium referensi WHO untuk penyakit campak, rubela, influenza dan polio. Ia menulis di akunnya bahwa pemberitaan The New York Times secara serius memutarbalikkan apa yang dikatakannya, “Ini juga bukan pengalaman saya ketika bekerja di tim epidemiologi. Pihak Tiongkok dan tim epidemiologi internasional telah menjalin hubungan yang baik. Diskusi yang kami lakukan juga diikuti oleh pihak Tiongkok. Perkataan saya didistorsi secara serius. Hal ini membawa bayangan gelap bagi pekerjaan sains.”

Menyusul respons Thea Fischer, Peter Daszak kembali melayangkan kecaman dan kekecewaan terhadap media AS. Ia menyatakan, “Kami menjelaskan kepada wartawan tentang hasil-hasil penting yang dicapai selama sebulan bekerja di Tiongkok, namun perkataan rekan-rekan saya dipersepsikan buruk sebagai bahan pemberitaan media tersebut. Hal ini benar-benar mengecewakan. The New York Times sangat tidak terpuji melakukan hal ini.”

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 99 Views

Update
No Update Available
Related News
Klasik-Klasik Kutipan Xi Jinping episode pertama
Klasik Kutipan Xi Jinping: Menggali sumur dengan mencangkul tanah
Bangkitkan pedesaan dulu jika ingin bangkitkan bangsa
×