Jumat, 19 Pebruari 2021 09:06

Pejabat AS dan Inggris sangsikan laporan tim pakar WHO, Hua Chunying lemparkan tiga pertanyaan kepada AS

Luar Negeri

Menurut China News Agency, mengingat kesangsian pejabat AS dan Inggris mengenai independensi laporan Tim Pakar WHO, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying menyatakan hari Kamis (18/02) bahwa “independensi” tidak berarti harus tunduk kepada Barat yang melakukan praduga bersalah terhadap Tiongkok. Asalkan menghormati ilmu pengetahuan, berdasarkan kenyataan baru dapat dihasilkan laporan yang independen dan kesimpulan yang ilmiah.

Sejumlah orang AS mengatakan, Tiongkok harus bekerja sama sepenuhnya dengan tim pakar WHO, pada halnya demikian ini justru dilakukan pihak Tiongkok. Hua Chunying memperkenalkan, kedatangan tim pakar WHO ke Tiongkok adalah bagian kerja sama pencarian asal usul virus secara ilmiah di seluruh dunia, dan pakar mancanegara pertama kali duduk bersama dengan mengatasi hambatan wabah, dan mereka mengadakan komunikasi yang bersahabat secara mendalam dengan sikap yang ilmiah dan sungguh-sungguh. Anggota tim pakar WHO berkali-kali menyatakan, Tiongkok telah memberi koordinasi tingkat tinggi dalam pekerjaan, tempat yang diinginkan mereka sudah dikunjungi, orang yang ingin ketemu pun dijumpai, mereka telah merasakan sikap terus terang dan kepercayaan dari para rekan Tiongkok, dan berpendapat bahwa rekan Tiongkok juga patut dipercaya, sedangkan mereka mendapat data baru yang penting dan lebih banyak info mengenai jalur penyebaran virus.

Hua Chunying mengatakan, sekarang terdapat semakin banyak laporan mengenai virus dan wabah telah terjadi di banyak tempat di banyak Negara pada paro kedua tahun 2019. Umpamanya, penelitian yang dimuat di majalah ilmu epidemi Eropa belakangan ini menyatakan, virus Covid-19 telah muncul di Eropa pada November 2019, dan mulai menular di Perancis, ini adalah kesimpulan berdasarkan penelitian penelusuran besar-besaran banyak ilmuwan.

Dikatakannya pula, pada Juli 2019, media AS melaporkan, di Virginia Utara terjadi penyakit pernapasan yang tidak diketahui penyebabnya, di Wisconsin juga ditemukan penyakit rokok eletronik dalam jumlah besar, pada bulan yang sama CDC AS mengirim surat kepada Fort Detrick untuk menghentikan kebanyakan pekerjaanya, kemudian pangkalan ini ditutup. Pada akhir Juli 2019, di dua panti jompo yang dekat dari lokasi tersebut terjadi penyakit pernapasan yang tidak diketahui penyebabnya. Pada Agustus 2019, CDC dalam pernyataannya mengatakan, mempertimbangkan kekhawatiran akan keamanan negara, tidak boleh diumumkan detail dan sebab penutupan pangkalan tersebut. Pada September 2019, Maryland, lokasi pangkalan tersebut melaporkan, kasus pasien yang terjangkit penyakit rokok eletronik bertambah satu kali lipat. Pada Maret 2020, Direktur CDC AS mengatakan, sejumlah kasus kematian flu pada musim gugur 2019 di AS sebenarnya mungkin adalah penyakit pneumonia corona. Ada laporan juga menunjukkan, pada Desember 2019, dalam sampel sejumlah orang AS yang mendonor darah ditemukan antibodi virus Covid-19.

Semua ini berasal dari laporan media AS sendiri, bukan direkayasa Tiongkok, Entahlah, bolehkah AS menyediakan semua data asli yang terkait? Bolehkah AS mengadakan kerja sama yang sepenuhnya dengan WHO? Bolehkah AS mengundang pakar-pakar WHO ke AS untuk mencari asal usul virus Covid-19?

Hua Chunying menekankan, justru seperti apa yang dikatakan pakar, seiring dengan bertambahnya fakta dan bukti dan berkembang terusnya asumsi ilmiah, pekerjaan penelusuran akan mengalami perubahan mengenai lokasinya. Tiongkok bersikap yang terbuka dan transparan, mengadakan kerja sama yang mendalam, profesional dan ilmiah dengan tim pakar WHO, jadi Tiongkok berharap negara-negara terkait dapat bersikap yang positif, ilmiah dan bekerja sama untuk mengadakan penelusuran asal usul virus global, berbagi hasil penelitian, memikul tanggung dan kewajiban yang relevan demi kerja sama penanggulangan wabah internasional dan pembentukan komunitas kesehatan manusia.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 159 Views

Update
No Update Available
Related News
Klasik-Klasik Kutipan Xi Jinping episode pertama
Klasik Kutipan Xi Jinping: Menggali sumur dengan mencangkul tanah
Bangkitkan pedesaan dulu jika ingin bangkitkan bangsa
×