Sabtu, 20 Pebruari 2021 15:29

Wapres Indonesia menerima suntikan vaksin COVID-19 Sinovac

Covid-19

Pada tanggal 5 Februari, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia mengesahkan penggunaan emergency use of authorization (EUA) vaksin Covid-19 untuk lansia di atas 60 tahun. Dengan demikian, Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang mengizinkan lansia di atas 60 tahun menerima vaksinasi Covid-19. Pada tanggal 17 Februari, program vaksinasi tahap kedua dimulai di Indonesia, dengan sasaran 16,9 juta staf layanan publik dan 21,5 juta orang lansia. Wakil Presiden Indonesia Maruf Amin yang berusia 77 tahun turut menerima vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac Tiongkok pada Rabu pagi, dan ia menjadi lansia di atas 60 tahun pertama di Indonesia yang menerima vaksinasi Covid-19.

Program vaksinasi kelompok lansia di atas 60 tahun dilakukan karena tingkat kematian kelompok ini sangat tinggi jika terinfeksi Covid-19. Menurut data statistik Kementerian Kesehatan Indonesia, persentase lansia yang terjangkit Covid-19 di Indonesia sejumlah 10 persen, tapi tingkat kematiannya akibat Covid-19 mencapai hampir 50 persen.
Satu sebab lain yang sangat penting adalah kepercayaan pada vaksin Covid-19 buatan Tiongkok. Program vaksinasi Covid-19 tahap pertama dimulai pada tanggal 13 Januari di Indonesia, dan sasarannya adalah para tenaga medis. Hingga kini, lebih dari 1,12 juta warga Indonesia telah disuntik vaksin Sinovac Tiongkok. Presiden Indonesia

Joko Widodo menerima dua dosis vaksin Sinovac, masing-masing pada tanggal 13 dan 27 Januari. Sementara Wapres Maruf Amin baru selesai disuntik dosis pertama. Seusai disuntik vaksin, Maruf menyatakan, “Alhamdulillah tidak ada masalah, tidak ada rasa sakit, tidak ada rasa pening, biasa-biasa saja.” Kemudian dia juga menghimbau agar kelompok lansia Indonesia menerima vaksinasi Covid-19. Ia mengatakan, itu bertujuan untuk mencapai kekebalan kelompok atau herd immunity. Pasalnya, herd immunity baru bisa dicapai bila 70% masyarakat Indonesia sudah divaksinasi. Sementara dia sendiri menerima vaksinasi terlebih dahulu tak pelak menenangkan para lansia di atas 60 tahun yang meragukan keamanan penggunaan vaksin.

Indonesia telah memesan 426 juta dosis vaksin Covid-19 dari Tiongkok, AS, Kanada dan Jerman. Sementara yang kini tiba di Indonesia hanya 18 juta dosis, di antaranya 3 juta dosis produk jadi dan 15 juta dosis bahan baku, dan semuanya datang dari Sinovac Tiongkok. Tiongkok selalu berupaya menunaikan komitmennya untuk menjadikan vaksin Covid-19 sebagai produk publik global, dan terus mengadakan kerja sama internsional vaksin Covid-19. Hingga kini, Tiongkok telah aktif mengadakan kerja sama litbang vaksin dengan belasan negara, dan telah memberikan bantuan vaksin kepada 53 negara berkembang yang meminta bantuan kepada Tiongkok. Tiongkok juga mendukung perusahaan terkait mengekspor vaksin kepada negara-negara yang secara mendesak membutuhkan vaksin, mengakui vaksin Tiongkok, dan telah berotorisasi menggunakan vaksin Tiongkok dengan darurat. Tiongkok telah dan sedang mengekspor vaksin ke 22 negara.

Selama liburan Tahun Baru Imlek pun aksi pemberian bantuan vaksin Tiongkok kepada negara-negara lain tidak berhenti. Tiongkok menyediakan vaksin kepada tujuh negara termasuk Zimbabwe, Turki, Peru, Maroko, Senegal, Hungaria dan UEA. Pemimpin beberapa negara antara lain Hungaria menyambut kedatangan vaksin Tiongkok ke bandara dan menyampaikan terima kasih kepada pihak Tiongkok. Seperti apa yang dikatakan Sekjen PBB Antonio Guterres, keadilan vaksin adalah ujian moral terbesar di hadapan masyarakat internasional. Tiongkok selalu berupaya menjadikan vaksin Covid-19 sebagai produk publik global, mendorong aksesibilitas dan keterjangkauan vaksin di negara-negara berkembang, juga menghimbau berbagai pihak memboikot “nasionalisme” vaksin, dan mendorong keadilan distribusi vaksin. Ini adalah kewajiban negara besar yang bertanggung jawab.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 130 Views

Update
No Update Available
Related News
Antrean vaksin Covid 19 di RSUD Duren Sawit, Jaktim
Abaikan risiko wabah, AS terjerumus malapetaka HAM
Jumlah kematian akibat virus Corona di AS 500 ribu orang lebih
×