Rabu, 19 Januari 2022 14:09

Kisruh pemecatan sepihak, Personlia GA PT Ciomas, Disnaker Lampung turunkan Tim Pengawas

Peristiwa

Pemberhentian sepihak yang dilakukan oleh PT. Ciomas Adisatwa, mulai diatensi pemerintah Provinsi Lampung. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung, saat ini telah menurunkan tim pengawas untuk melakukan pemeriksaaan kepada perusahaan di mana eks karyawan bernama Hamdan berkerja.

“Sudah dilakukan pengawasan, secara komprehensip untuk melengkapi data dan keterangan hingga Jumat nanti. Sementara mediasi antara vendor Ciomas dan buruh masih ditangani perusahaan,” ujar mantan Ketua Umum KAHMI, saat dihubungi, Rabu (19/01)

Merasa diberhentikan sepihak, Hamdan selaku warga Kecamatan Sidomulyo ini, tak terima, dan melaporkan, PT Ciomas Adisatwa, yang berlokasi di Jalan Trans Sumatera, Desa Talang Baru, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) ke Polda Lampung.

Sebagai Perusahaan group Japfa Comfeed yang memproduksi pengolahan daging ayam tersebut dilaporkan dengan nomor Laporan Polisi STTLP/B/55/I/2022/SPKT/POLDA LAMPUNG.

“Saya sudah minta Tim Wasker Provinsi pelajari permasalahan tersebut. Kalau masih ranah Kabupaten/kota maka, kita sifatnya mensupport dan siap membantu dalam penyelesaian permasalahannya itu, bila ada dugaan pelanggaran norma Ketenagakerjaan,” tambah Agus Nompitu yang pernah menjadi mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah.

Sementara, Personalia General Affair (GA), PT Ciomas Adisatwa, Ahmad Najih, memberikan klarifikasi bahwa sdr. Hamdan adalah pekerja di bawah naungan vendor PT. AMP, dan bukan statusnya sebagai karyawan PT Ciomas PT. Ciomas kerja sama dengan PT AMP sebagai vendor. Masalah pemutusan sepihak bahwa PT Ciomas, Ahmad Najih menegaskan ia tidak pernah melakukan pemutusan sepihak kepada karyawan vendor AMP.

“Jika ada pekerjaan yang belum selesai, maka pihak Ciomas melakukan komplain langsung ke vendor tidak ke karyawan vendor,” kata dia.

Ciomas melakukan pembayaran pekerjaan ke pada pihak vendor sesuai dengan jumlah tonase yang ada. Dan, pihak vndor yang memberikan upah ke karyawan yang di bawah naungan vendor. Perjanjian antara pihak Ciomas dan vendor AMP adalah bentuk pekerjaan borongan.

“Ciomas pernah minta klarifikasi masalah ini kepada pihak vendor dan pihak vendor menyatakan bahwa sdr Hamdan tidak pernah dipecat. Akan tetapi, yang bersangkutan mengundurkan diri. Namun, info yang berkembang dan yang dilaporkan PT Ciomas, dan hal ini sudah diberikan surat permohonan klarifikasi kepada pihak vendor.

Najih juga menilai bahwa, karyawan vendor bisa seenaknya jika melakukan kerja. Kadang masuk kadang nggak. Tanpa konfirmasi. “Untuk fairnya, silahkan tanyakan yang bersangkutan.  Kontrak kerja dia di vendor apa di Ciomas? Karena, karyawan Ciomas jika ada masalah kita selalu selesaikan secara bipartit dan kekeluargaan. Jika tidak ada titik temu, kita pasti mediasi ke Disnaker. Alhamdulillah, kami tidak pernah ada masalah antara perusahaan dan karyawan di bawah naungan Ciomas.

“Gitu aja ya, klarifikasi yang dapat saya sampaikan, bukan saya mencari pembenaran. Sebab, semua perusahaan pasti tidak ada yang sempurna. Saya hanya ingin berimbang dan melihat fair permasalahan yang ada,” jelas Ahmad Najih.

Pada berita sebelumnya, LSM Koalisi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) menyayangkan tindakan PT Ciomas Adisatwa yang diduga mengabaikan hak-hak karyawan dan melakukan pemecatan sepihak terhadap beberapa karyawannya.

favorite 1 likes

question_answer 0 Updates

visibility 124 Views

Update
No Update Available
Related News
Temu Kangen Alumni UIN 2003: berlangsung penuh kekeluargaan
Mantan Wakil Bupati Fauzi resmi nahkodai LPM Kabupaten Pringsewu periode 2022-2027
Hingga hari Ke-6, Koramil 03/GP telah distribusikan BTPKLW minyak goreng kepada 1039 orang
×