Jumat, 21 Januari 2022 14:52

Kegagalan demokrasi ala AS pada tahun lalu

Luar Negeri

Tanggal 20 Januari adalah satu tahun pemimpin AS memangku jabatan. Stasion Sky Inggeris menilai, bahwa bagi pemimpin AS, tahun lalu adalah setahun yang pahit. Penilaian ini amat representatif.

Jumlah korban tewas dalam pandemi AS pada tahun 2021 mendekat 900 ribu orang yang berarti bertambah 500 ribu dibandingkan tahun 2020. Jumlah kasus terdiagnosa sekitar 3 kali lipat dibandingkan tahun 2020. Angka-angka ini merupakan bukti paling langsung kegagalan penanggulangan wabah di AS.

Prestasi ekonomi antara lain penurunan tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi dan membaiknya bursa efek yang dibanggakan Presiden AS hanya kemakmuran palsu yang dibawa kebijakan keuangan yang sembrono.

Ditgambah polarisasi politik dan keretakan intern serta penarikan tentara tergesa-gesa dari Afganistan dan kegagalan apa yang disebut Konferensi Demokrasi. Berbagai indikator di AS menunjukkan kepada dunia, biar bagaimanapun, AS tetap AS semula.

Padahal, inilah kepastian disfungsi sistem demokratis AS. Dilihat dari politik, pemisahan kekuasaan dan sistem dua partai sudah lama berubah menjadi “politik veto” sehingga AS terjerumus dalam perlawanan dan keretakan. Bersamaan itu, politik uang merongrong segenap proses pemilihan, legislasi dan administrasi AS. Dilihat dari ekonomi, liberalisme baru yang dijunjung kalangan politik dan perdagangan AS menghancurkan ekonomi riil AS dan mempergawat ketidak-adilan dan kontradiksi sosial. Akan tetapi, meski banyak warga menyadari masalah tersebut, mereka juga tidak mampu berbuat apa-apa.

Fakta satu tahun membuktikan, ini bukan kegagalan seorang calon, melainkan kegagalan demokrasi ala AS.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 128 Views

Update
No Update Available
Related News
Kawasan Asia Pasifik hendaknya waspadai intrik baru AS
Enam kali gagal, para penggagas ‘dukung Taiwan untuk berpartisipasi dalam WHA’ harus tahu malu
Kiat sukses para peternak di Kuche, Xinjiang Tiongkok
×