Jumat, 20 Mei 2022 10:36

Dengan berintegrasi, ekonomi dunia dapat sedini mungkin keluar dari krisis

Luar Negeri

“Hendaknya mempertahankan dialog tanpa konfrontasi, membongkar tembok tanpa membangun tembok, berintegrasi tanpa melepaskan keterkaitan, mengupayakan keinklusifan tanpa eksklusif, serta memimpin reformasi sistem tata kelola global dengan konsep yang setara dan adil,” ujar Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato virtualnya di depan Rapat Perayaan Genap 70 Tahun Berdirinya Dewan Tiongkok untuk Promosi Perdagangan Internasional (CCPIT) dan KTT Promosi Perdagangan dan Investasi Global yang digelar pada hari Kamis kemarin (18/5). Pidato tersebut memperoleh perhatian besar.

Laporan World Economic Outlook terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan akan menurunkan prediksi laju pertumbuhan ekonomi global tahun 2022 sampai 3,6%, yang lebih rendah 0.8 poin persentase dibandingkan prediksi sebelumnya. Menghadapi sejumlah tantangan, bagaimana caranya agar ekonomi dunia dapat segera keluar dari krisis? Jawabannya ada dalam konsep ‘berintegrasi tanpa melepaskan keterkaitan’ yang diprakarsai dan dilaksanakan oleh pihak Tiongkok.

‘Globalisasi ekonomi’ yang sebelumnya sangat populer di dunia sedang dilanda arus balik, kicauan sejumlah orang di Amerika Serikat (AS) dan Barat yang menggembar-gemborkan ‘pelepasan keterkaitan’ dengan Tiongkok kerap kali muncul. Setelah pemerintah baru AS tidak hanya mempertahankan kebanyakan tarif bea masuk yang dikenakan pemerintah sebelumnya terhadap Tiongkok, tapi malah terus mengintensifkan penindasan terhadap perusahaan Tiongkok. Baru-baru ini, mereka bahkan mencoba mendirikan apa yang disebut ‘Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik’, menarik negara lain untuk ‘mengepung’ Tiongkok, dan mencoba melepaskan keterkaitan dengan Tiongkok, untuk menjaga hegemoni ekonomi dan iptek AS.

Akan tetapi, fakta sekali lagi membuktikan bahwa perkataan apa yang disebut dengan ‘melepaskan keterkaitan’ tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Pada tahun 2021, volume perdagangan Tiongkok terhadap AS bertumbuh sekitar 30%, mencapai 755,6 miliar dolar US, sekali lagi mencatat rekor tertinggi dalam sejarah. Data yang diumumkan Kementerian Perdagangan Tiongkok menunjukkan, realisasi investasi AS di Tiongkok pada empat bulan pertama tahun ini bertumbuh 53,2% dari tahun lalu, jauh lebih tinggi dari laju pertumbuhan realisasi PMA di Tiongkok yang tercatat 20.5%. Sementara itu, berbagagi pihak dalam negeri AS pun menuntut pencabutan tarif tambahan terhadap Tiongkok untuk meredakan inflasi.

Semuanya itu telah membuktikan bahwa kerja sama dan menang bersama barulah arus zaman yang tidak bisa dihalangi. Mau ‘melepaskan keterkaitan atau hubungan’ dengan Tiongkok? Itu hanya akan menghilangkan peluang pembangunan. Arus globalisasi tidak dapat dihalangi, tren umum integrasi tidak berubah, siapa yang mengikuti arus, dialah yang akan memperoleh kemenangan di masa depan.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 78 Views

Update
No Update Available
Related News
Politikus AS ingin mencari keuntungan kembali dengan melawan inisiatif sabuk dan jalan
UMKM Tiongkok bertumbuh pesat dan dinamis
Tiongkok dorong pelaksanaan inisiatif pembangunan global
×