Sabtu, 21 Mei 2022 09:24

BRICS akan makin berhasil jika sukses menangani keamanan dan pembangunan

Luar Negeri

Pertemuan puncak virtual tingkat menteri luar negeri negara-negara BRICS dibuka pada Kamis malam lalu (19/5). Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidatonya secara mendalam menguraikan pandangannya tentang misi BRICS dalam melakukan dua tugas penting, yakni keamanan dan pembangunan. Xi Jinping menekankan, negara-negara BRICS hendaknya memperkokoh keyakinannya, berani menghadapi tantangan, dan terus mencurahkan tenaga positif bagi kestabilan hubungan internasional yang berada dalam kondisi gejolak. Penguraian dari Xi tersebut telah mengundang tanggapan ramai masyarakat internasional, dan termanifestasi sepenuhnya dalam pernyataan bersama BRICS.

Mekanisme kerja sama BRICS mencakupi lima negara yang merupakan kekuatan ekonomi baru. Mereka adalah pemimpin negara-negara berkembang yang luas, dan berperan penting dalam konfigurasi ekonomi maupun politik dunia. Dewasa ini, menghadapi perubahan drastis situasi internasional dan dampak serius pandemi COVID-19, negara-negara BRICS hendaknya terus memelihara vitalitasnya dan memainkan peranan uniknya sebagai kekuatan ekonomi baru dalam rangka memenuhi perhatian seluruh masyarakat internasional.

Keamanan politik adalah salah satu pilar dari kerja sama BRICS. Saat ini bentrokan Rusia dan Ukraina sekali lagi membuktikan bahwa NATO dengan Amerika Serikat sebagai pemimpinnya semata-mata mengejar keamanan dirinya sendiri dengan mengorbankan kepentingan keamanan negara lain, dan oleh karena itu, NATO hanya akan menimbulkan kontradiksi dan risiko yang baru. Hal ini pasti akan menemui jalan buntunya.

Belum lama yang lalu, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengajukan Prakarsa Keamanan Global untuk memberikan solusi Tiongkok tentang penyelesaian masalah keamanan global. Dalam pidatonya di depan upacara pembukaan pertemuan puncak BRICS kali ini, Xi Jinping menegaskan kembali prakarsa tersebut, dan menandaskan bahwa negara-negara BRICS perlunya saling mempedulikan kepentingan dan keprihatinan utama pihak lain, saling menghormati kedaulatan, keamanan dan kepentingan dalam pembangunan, serta menentang hegemonisme dan politik kekuatan, memboikot mentalitas perang dingin serta konfrontasi kelompok, dalam rangka membangun komunitas keamanan manusia.

Sementara itu, pembangunan adalah salah satu tugas berat yang dihadapi negara-negara BRICS. Menghadapi situasi ekonomi dunia yang gejolak dan tidak seimbang, kekuatan ekonomi baru dan negara-negara berkembang hendaknya meningkatkan solidaritas dan kerja sama. Hal ini menjadi semakin penting dibanding periode kapan pun sepanjang masa.

Dalam KTT BRICS di Xianmen Tiongkok pada 2017 telah diajukan konsep ‘BRICS plus’, yang bermaksud memperluas bidang kerja sama dan pencakupannya di dunia. Pada September 2021, Xi Jinping mengajukan Prakarsa Keamanan Global, yang mendapat respons positif dari seratus lebih negara dan banyak organisasi internasional, termasuk PBB. “Mari kita berupaya bersama agar kue kerja sama semakin besar dan kekuatan maju semakin kuat,” demikian kata Xi Jinping dalam sambutannya yang penuh semangat terbuka dan inklusif di KTT BRICS.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 98 Views

Update
No Update Available
Related News
Politikus AS ingin mencari keuntungan kembali dengan melawan inisiatif sabuk dan jalan
UMKM Tiongkok bertumbuh pesat dan dinamis
Tiongkok dorong pelaksanaan inisiatif pembangunan global
×