Sabtu, 28 Mei 2022 10:17

“Pilar Baru” kebijakan AS terhadap Tiongkok bakal gagal dongkrak hegemoni ala AS

Luar Negeri

Pada 26 Mei lalu waktu setempat, Menteri Luar Negeri AS Tony Blinken menyampaikan pidato yang bertopik isu Tiongkok di Universitas Washington. Dalam pidatonya Blinken mengajukan beberapa kebijakan baru terhadap Tiongkok yang disebutnya sebagai “pilar baru”, dengan isinya menggarisbawahi “investasi, aliansi dan kompetisi”, yang tampaknya lebih lunak jika dibanding dengan “kompetisi, kerja sama dan perlawanan” yang sering digembar-gembornya pada kesempatan yang lain. Walaupun istilahnya telah berubah, namun persepsinya masih sama, yang menunjukkan AS tetap berobsesi untuk menindas Tiongkok, cuma sudah terlihat kewalahan dalam melakukannya.

Blinken dalam pidato terkait Tiongkok mengumumkan Departemen Luar Negeri AS akan mendirikan sebuah tim Tiongkok. Hanya beberapa hari yang lalu, Presiden AS Joe Biden dalam perlawatannya ke Asia berupaya keras “menjual’ strategi Indo-Pasifik, dengan tujuan menggunakan lingkaran kecil ini untuk menimbulkan perpecahan dan konfrontasi. Jika kesemua itu diulas secara keseluruhan, maka tertanya AS telah mengubah cara ekspresinya terkait kebijakannya mengenai Tiongkok, alias telah memakai sebuah kamuflase untuk mengelabui masyarakat internasional,namun tetap tidak bisa menutupi maksud sejatinya yang hendak menindas Tiongkok.

Dengan bertolak dari tujuan itulah, Blinken dalam pidatonya kembali memainkan taktiknya yang lama dengan menyebarluaskan kabar palsu tentang apa yang disebut ancaman Tiongkok, mencoreng Tiongkok telah menimbulkan “tantangan jangka panjang dan paling serius terhadap ketertiban internasional”. Ini sama halnya dengan maling berteriak maling.

Yang patut diperhatikan ialah, Blinken dalam pidatonya di satu pihak menyerang Tiongkok, di pihak lain sesumbar akan berusaha keras menghindari “bentrokan atau perang dingin baru” dengan Tiongkok. Hal ini mengungkapkan sebuah kenyataan bahwa AS sudah kewalahan dalam melakukan intriknya.

Untuk sementara waktu yang lalu, AS diganggu serentetan masalah dalam negeri. Hasil jajak pendapat terbaru dari lembaga survei Gallup pada 25 Mei lalu menunjukkan, kini hanya 16 persen responden menyatakan puas terhadap keadaan AS sekarang, sedangkan 83 persen responden berpendapat bahwa AS sudah “menyeleweng dari rel tepat”. Hasil jajak pendapat terbaru dari Reuters dan Ipsos pada 24 Mei lalu menunjukkan, tingkat dukungan terhadap Presiden AS Joe Biden telah anjlok hingga 36 persen, yang merupakan titik terendah sejak dia berkuasa.

Bagi pemerintah AS, jika ingin memperoleh dukungan rakyat, harus mengutamakan penyelesaian “pekerjaan rumah”, seperti inflasi dan penembakan massal. Kalau tidak dan hanya mengincar Tiongkok, maka masalahnya tidak akan pernah terselesaikan.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 87 Views

Update
No Update Available
Related News
Politikus AS ingin mencari keuntungan kembali dengan melawan inisiatif sabuk dan jalan
UMKM Tiongkok bertumbuh pesat dan dinamis
Tiongkok dorong pelaksanaan inisiatif pembangunan global
×