Rabu, 06 Juli 2022 11:01

Mesin perang “merek AS” kacaukan dunia

Luar Negeri

Situs Wet penyelidikan Amerika Serikat “The Intercep” baru-baru ini mengungkapkan, dari 2017 hingga 2020, AS melalui proyek “127e” sedikitnya melancarkan perang proksi sebanyak 23 kali di dunia, di antaranya 14 kali terjadi di Timur Tengah dan kawasan Asia-Pasifik. Hanya pada 2020, terdapat 14 proyek perang yang masih aktif beroperasi. Apabila hal itu benar, ini akan merupakan suat bukti kuat lagi yang menunjukkan AS sudah lama melancarkan perang proksi, lebih lanjut membuktikan AS adalah sumber kekacauan terbesar di dunia.

Meskipun AS diam-diam saja tapi itu adalah rahasia umum bagi komunitas internasional bahwa AS sering melancarkan perang proksi. Perang proksi berarti, sebuah negara besar mendalangi atau mendukung agennya untuk melancarkan perang demi menghindari keterlibatan diri sendiri dalam perang, tujuannya adalah untuk mewujudkan keuntungan semaksimal mungkin dengan risiko sekecil mungkin. Setelah berakhirnya Perang Dingin, perang proksi telah menjadi salah satu bentuk konflik global yang utama di dunia.

Jauh pada 1955, Presiden AS saat itu Eisenhower mengumumkan, perang proksi adalah “asuransi paling murah di dunia”

4 Juli adalah Hari Kemerdekaan AS. Selama 240 tahun sejak berdirinya negara AS, tercatat belum sampai 20 tahun AS tidak melibatkan diri dalam perang. Ditambah lagi proyek “127e” yang baru saja terungkap, mesin perang “merek AS” selalu beroperasi tanpa henti. Motif AS adalah mengupayakan kekayaan dan hegemoni di dunia, yang mengakibatkan proksi dan negara target berada pada gejolak dan konflik, rakyat tak berdosa kehilangan nyawa dan kawasannya menjadi semakin kacau.

favorite 0 likes

question_answer 0 Updates

visibility 91 Views

Update
No Update Available
Related News
Meninjau akuntabilitas Tiongkok di Hari Kemanusiaan Dunia
Kaleng spam digembok dalam kotak saat dijual, kenapa?
Presiden Xi Jinping lakukan Kunker ke Liaoning
×