Selasa, 21 November 2017

derizon

IdA Kiriman derizon

  •  
    Dikirim Minggu, 29 Januari 2017 18:41 WIB.
  • Pengadilan Negeri Padang,Sumatera Barat bakal menyidangkan kasus seorang pedagang lontong Isniwarti (49), di kawasan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji,vkota itu.

    "Berkas pembunuhan yang dilakukan oleh dua pelaku berinisial HZ dan AT, yang menewaskan seorang pedagang lontong Isniwarti (49), di kawasan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada beberapa waktu lalu, segera disidangkan. Pasalnya berkas tersebut sudah dilimpahkan oleh Kejaksaan Negeri Padang ke Pengadilan Negeri Padang," kata Humas Pengadilan Negeri Padang Estiono, di Padang.

    Menurutnya, Ketua pengadilan sudah menetapkan majelis hakim, yang menangani perkara tersebut.Berkasnya sudah masuk pada tanggal 9 Januari 2017.

    "Ada tiga orang majelis hakim yang menangani perkara tersebut, yakninya Jhon Effredi selaku hakim ketua, Inna Herlina dan Ari Muliadi yang masing-masingnya selaku hakim anggota," ungkapnya.

    Selain itu Estiono juga menyebutkan bahwa, untuk jadwal sidang akan langsung pada hari Senin (16/1) mendatang.

    “Untuk pengamanan sidang tentu ada seperti polisi, nanti ada koordinasi antara pengadilan, kejaksaan, dan polisi. Kita berharap sidang ini berjalan dengan baik dan lancar," tegasnya.

    Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Padang, Rikhi B membenarkan perihal tersebut. Benar sidang akan digelar pada 16 Januari 2017 mendatang.

    "JPU yakni Willy, Sudarmanto, dan saya sendiri,” ujarnya.

    Kasus pembuhan terjadi di Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, daerah setempat, pada Rabu 20 Juli 2016. Pembuhan berawal kasus pembunuhan itu terjadi di Kalumbuk, Kecamatan Kuranji, daerah setempat, pada Rabu 20 Juli 2016.

    Kasus itu dipicu karena pertengkaran antara korban Isniwarti (49) dengan pelaku HZ.

    Korban dan suaminya, Ramzul baru tiba di depan rumahnya di Kalumbuk. Saat turun dari mobil, datang dua pria Hz (penjual daging) dan rekannya At dengan mengendarai sepeda motor. Setelah sempat terlibat keributan, Hz langsung menusukkan pisau ke arah korban.

    Saat turun dari mobil, datang dua pria Hz (penjual daging) dan rekannya At dengan mengendarai sepeda motor . Setelah sempat terlibat keributan, Hz langsung menusukkan pisau ke arah korban.

    Pelaku menusukkan pisau ke dada dan pinggang sebelah kanan perempuan yang sehari-hari menjual lontong itu.

    Melihat korbannya bersimbah darah, pelaku langsung membuang pisau dan melarikan diri menggunakan sepeda motor.

    Pisau itu diambil oleh rekannya At yang kemudian mengejar suami korban, Ramzul (59) yang berusaha memburu Hz. At pun kemudian ikut kabur dari lokasi itu.

    Sementara Ramzul langsung membawa istrinya ke Rumah Sakit Ibnu Sina untuk mendapat perawatan. Malangnya, sesampainya di rumah sakit itu korban dinyatakan meninggal dunia akibat banyak kehilangan darah.

    Kini pelaku HZ yang kesehariannya berprofesi sebagai tukang daging, dan rekannya AT, dijerat dengan pasal 340 KUHP.
    Dikirim Jumat, 13 Januari 2017 17:18 WIB.
  •  
    Dikirim Minggu, 20 November 2016 00:27 WIB.
  •  
    Dikirim Rabu, 16 November 2016 14:08 WIB.
  •  
    Dikirim Jumat, 11 November 2016 16:40 WIB.
  •  
    Dikirim Senin, 07 November 2016 17:33 WIB.
  •  
    Dikirim Rabu, 26 Oktober 2016 15:11 WIB.
  •  
    Dikirim Rabu, 05 Oktober 2016 12:09 WIB.
  •  
    Dikirim Kamis, 22 September 2016 16:52 WIB.
  •  
    Dikirim Senin, 19 September 2016 11:30 WIB.