Senin, 20 Februari 2017

Siaran Pers: International Tour de Banyuwangi Ijen 2016

Siaran Pers
International Tour de Banyuwangi Ijen 2016

Even sport tourism internasional memberikan direct impact dan media value tinggi

Jakarta, 28 Maret 2016---Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut baik penyelenggaraan even balap sepeda international Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2016 yang akan berlangsung di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada 11-14 Mei mendatang. Penyelenggaraan even tahunan wisata olahraga (sport tourism) ini sebagai upaya mempromosikan pariwisata Banyuwangi serta mendukung program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia yang tahun ini mentargetkan 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) serta 260 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air.

Menpar Arief Yahya mengatakan, penyelenggaraan even sport tourism ITdBI yang memasuki tahun ke-5 ini dampaknya telah dirasakan langsung oleh masyarakat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi serta semakin membaiknya kejahteraan masyarakat melalui kegiatan pariwisata yang diperlihatkan dengan meningkatnya pendapatan per kapita masyarakat Banyuwangi dari semula Rp 20,8 juta per orang/tahun pada 2010 menjadi Rp 38 juta per orang/tahun pada 2015 atau melonjak hingga 62%.

�Penyelenggaraan sport tourism bertaraf internasional memberikan direct impact dan media value yang tinggi. Even ITdBI ini selain mendongkrak pariwisata Banyuwangi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,� kata Menpar Arief Yahya didampingi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam jumpa pers ITdBI 2016 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kemenpar, Senin (28/3).
Menpar Arief Yahya menjelaskan, efek ekonomi pariwisata langsung dari penyelenggaraan even tersebut antara lain hotel menjadi penuh karena ratusan peserta terdiri para pembalap berikut rombongannya dari puluhan negara dan para penggemar olahraga balap sepeda datang dan menginap di hotel serta membelanjakan uangnya di sana. Selain itu gencarnya pemberitaan media terhadap even ITdBI menjadi promosi yang efektif sehingga mendongkrak pariwisata Banyuwangi yang tahun ini mentargetkan kunjungan 50.000 wisman meningkat dari tahun lalu 40.000 wisman dan 2 juta pergerakan wisnus dari tahun lalu 1,7 juta wisnus.

Tingginya direct impact dan media value dari even sport tourism internasional ini, menurut Menpar Arief Yahya, menjadi salah satu alasan mengapa Kemenpar gencar mendorong kegiatan wisata olahraga di Tanah Air seperti; Tour de Singkarak (TdS), Tour de Bintan (TdB), Tour de Flores (TdF), Musi Tributon, Jakarta Marathon, maupun sebagi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga internasional MotoGP 2017 dan Asia Games 2018 di Jakarta dan Palembang.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, even ITdBI sebagai ajang balap sepeda internasional telah menjadi agenda rutin (calendar of event) UCI (Union Cycliste Internationale), �ITdBI telah mendapatkan peringkat excellent dari UCI dan ditetapkan sebagai kejuaraan balap sepeda terbaik di Indonesia,� kata Abdullah Azwar Anas.

Penyelenggaraan ITdBI akan diikuti 20 tim luar negeri dari 29 negara di antaranya tim papan atas Asia antara lain Pishgaman Giant Team, Skydive Dubai Al Ahli, dan Tabriz Shadari Team yang merupakan juara 1, 2, 3 Asia serta tim Eropa seperti Timnas San Marino dan Tim Nasional Irlandia. �Pembalap dari Benua Amerika juga dipastikan hadir. Tim luar negeri yang memastikan berlaga di ItdBT hingga sekarang ada 12 tim,� kata Anas.
Para peserta ITdBI 2016 akan unjuk kekuatan dalam menyelesaikan seluruh lintasan yang terdiri empat etape sepanjang 567 kilometer. Rute ini ditempuh dengan melintasi berbagai destinasi wisata, mulai wisata pantai, perkebunan, sentra pertanian, city tour, hingga kaki Gunung Ijen sebagai gunung berapi aktif yang terkenal di dunia dengan fenomena api biru atau blue fire-nya. Begitu pula lintasan tanjakan menuju kaki Gunung Ijen terkenal sebagai salah satu tanjakan paling ekstrem di Asia karena berada di ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan kemiringan 45 derajat atau di atas tanjakan di Malaysia yang hanya berkisar 1.500 mdpl.

�Penyelenggaraan ITdBI tahun ini aroma turismenya makin kuat karena kita ingin mengenalkan dua destinasi wisata baru yaitu; Waduk Sidodadi di Glenmore dan Pantai Grand New Watu Dodol di Kalipuro. Kami ingin dua destinasi ini semakin populer dan menjadi daya tarik wisata baru bagi wisatawan. Khusus di Waduk Sidodadi yang berada di Glenmore, ITdBI juga kami jadikan pengungkit karena di perkebunan Glenmore kini sedang kami siapkan wisata cokelat,� kata Anas.

Menggelar Sejumlah Sport Tourism
Abdullah Azwar Anas mengatakan, sport tourism cukup efektif meningkatkan kunjungan wisatawan dan awareness calon wisatawan terhadap potensi destinasi alam dan budaya Banyuwangi. Ajang olahraga ini sengaja digelar di tempat atau melintasi destinasi alam dan budaya agar menarik perhatian wisatawan. �Kami menggelar sejumlah ajang sport tourism secara rutin dalam beberapa tahun terakhir. Selain ITdBI, tahun ini ada BMX International (2-3 April), Festival Arung Jeram (16-17 April), Underwater Festival (21-22 Mei), Kite and Wind Surfing Competition (20-21 Agustus), dan International Run (9 Oktober),� kata Anas.

Penyelenggaraan Kite and Wind Surfing Competition di Pulau Tabuhan digelar rutin tiap tahun sejak 2014. Kompetisi ini sangat efektif sebagai ajang promosi di media sosial. Aksi para peselancar angin dan peselancar layang difoto dan disebar melalui media sosial dan media massa. �Bahkan, akun Dubes Australia saat penyelenggaraan tahun lalu juga nge-tweet soal kompetisi di Pulau Tabuhan itu. Lalu mulai banyak yang ke Pulau Tabuhan, terutama penggemar selancar layang dari luar negeri yang sebelumnya cuma tahu Bali,� kata Anas.
Anas mengatakan, terdapat tiga poin pasar yang membuat sport tourism cukup efektif mendorong kunjungan wisatawan. Pertama, kunjungan dari peserta dalam dan luar negeri yang mengikuti ajang olahraga berbalut wisata tersebut. Kedua, pasar wisatawan penggila olahraga yang datang untuk menyaksikan ajang tersebut digelar. �Penggila sepeda yang menyerbu Banyuwangi saat ITdBI mencapai ribuan. Kalau Anda tak pesan hotel sekarang, saya jamin saat penyelenggaraan ITdBI Mei mendatang tidak akan bisa dapat kamar,� kata Anas.
Ketiga, pasar calon wisatawan yang terkena dampak pemasaran dari ajang sport tourism yang digelar. Saat ajang digelar di destinasi wisata, bakal banyak foto dan cerita yang dibuat oleh peserta, pengunjung, maupun promosi di media sosial serta media massa. Misalnya di ITdBI ada pembalap yang berfoto di kaki Gunung Ijen. Juga ada foto deretan pembalap menanjak di sana dengan infrastruktur jalan yang mulus serta disertai foto api biru di Kawah Gunung Ijen. Hal semacam itu jadi pengungkit orang untuk datang dan terbukti sekarang jumlah wisatawan yang berkunjung ke Gunung Ijen melonjak luar biasa.

Menurut Anas, penyelenggaraan ITdBI tahun ini aroma turismenya semakin kuat karena Pemkab Banyuwangi ingin mengenalkan dua destinasi wisata baru yaitu; Waduk Sidodadi di Glenmore dan Pantai Grand New Watu Dodol di Kalipuro. �Kami ingin dua destinasi ini semakin populer dan menjadi daya tarik wisata baru bagi wisatawan. Khusus di Waduk Sidodadi yang berada di Glenmore, ITdBI juga kami jadikan pengungkit karena di perkebunan Glenmore kini sedang kami siapkan wisata cokelat.�
Pada kesempatan itu Pemkab Banyuwangi menyampaikan ucapan terima kasih ke Kemenpar yang telah membantu pengembangan wisata di kabupaten tersebut. Selain dari sisi promosi dan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata, Kemenpar juga mendukung pengembangan SDM pariwisata melalui berbagai pelatihan tematik antara lain; life guard dan pengelola wisata adat. Sinergitas Pusat dan Daerah seperti ini, menurut Anas, akan memudahkan Indonesia mencapai target kunjungan 20 juta wisman pada 2019 mendatang. (Biro Hukum dan Komunikasi Publik)
REDAKSI-Wa

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.