Senin, 27 Maret 2017

PPA Polres Jepara "ditinggal" Badan Pemberdayaan

Unit Pelayanan Perempuan-Anak (PPA) Polres Jepara (Jawa Tengah), tak diberitahu kehadiran anak perempuan dibawah umur "bermasalah" yang ditangani Badan Pemberdayaan Perempuan-Anak, Keluarga Berencana (BP2AKB) Kab.Jepara.

Itu terungkap saat "IdA" konfirmasi ke Kanit PPA Polres Jepara, Aiptu Polwan Rofiqoh (berkerudung), dan Kasubdit Perlindungan Anak BP2AKB Jepara, Muji Susanto, serta Kyai Mulyadi S.Th.I komisioner Komisi Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender/Anak (KPK2BGA) Pemprov Jawa Tengah.

Kata Muji Susanto, tiga tahun ini fihaknya oleh Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (BP3AKB) Pemprov Jateng ; Diserahi menangani Kasus Ninok (samaran), tinggal di Desa Congger-Tunahan, Keling, Jepara.

Ninok diasuh suami-istri tanpa anak, Yayuk 51 th (samaran) dan Budi 45 th (samaran). Yayuk mantan Wts kini mucikari. Budi sopir, nganggur, pemabuk. Beberapa kali nyaris perkosa PRT. Kondisi itu dipahami Kyai Mulyadi S.Th.I dan juga menyoal pendidikan Yayuk cuma Kelas-4 SD; Mereka layak atau tidak mereka mengasuh anak.

Saya tak diberitahu ada Kasus Ninok. Padahal PPA Polres selalu bersinergis dengan BP2AKB. Tiap ada kasus, PPA dan BP2AKB menyelesaikan bersama. Habis lebaran ini saya tunggu laporan BP2AKB. Tapi menelaah fakta yang ada, menurut hukum, suami-istri itu tak layak mengasuh anak, kata Aiptu Polwan Rofiqoh.
REDAKSI-SiK

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.