Senin, 27 Maret 2017

Satgas Kompi Zeni TNI padamkan kebakaran lahan di pedalaman Afrika

Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XXXVII-C/Minusca (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic) di bawah pimpinan Mayor Czi Widya Wijanarko, S.Sos. sebagai Dansatgas, yang sedang melaksanakan tugas sebagai pasukan perdamaian misi PBB, beberapa waktu lalu berhasil memadamkan kebakaran lahan di sekitar Bandara Internasional Bangui, pedalaman Afrika Tengah.

Dansatgas Kompi Zeni TNI Mayor Czi Widya Wijanarko saat meninjau lokasi kebakaran lahan mengatakan bahwa, lokasi kebakaran di sekitar Bandara Bangui tidak jauh lokasinya dengan Camp Garuda, Mpoko Bangui, Afrika Tengah.

“Bulan Januari ini, di Afrika Tengah sedang mengalami musim kemarau. Sebagian warga melakukan pembukaan lahan kosong dengan cara membakar dan menyebabkan kebakaran lahan semakin besar,” ujarnya.

Menurut Mayor Czi Widya Wijanarko, mobil pemadam kebakaran milik bandara tidak mampu memadamkan api yang semakin membesar. “Untuk mengatasi kebakaran lahan tersebut, Satgas Kompi Zeni TNI membantu dengan mengerahkan beberapa alat berat Dozer,” ucapnya.

Pengerahan alat berat Dozer dipimpin Kapten Czi Febri beserta tiga personel Satgas, dengan tugas yang berbeda-beda, Kopka Sudarsono (Operator), Praka Samsul (Taban Operator) dan Serda Marwan sebagai pengaman. Operator Dozer dengan sigap dan cepat memotong jalur kebakaran sebelum merambat ke tempat lain, dan akhirnya kebakaran lahan berhasil dihentikan.

Seperti diketahui, 200 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XXXVII-C/Minusca, terdiri dari 178 personel TNI AD, 18 personel TNI AL, 4 personel TNI AU, bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa selama satu tahun di wilayah Republik Afrika Tengah.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.