Senin, 27 Maret 2017

12 calon tamtama PK TNI AL 2017 lulus seleksi

Pangkalan Utama Angkatan Laut IV (Lantamal IV) sebagai Panitia Daerah (Panda) Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier TNI Angkatan Laut Tahun 2017 menggelar sidang penentuan akhir, Kamis (16/2) di aula Yos Sudarso Mako Lantamal IV jalan Yos Sudarso Nomor 1 Batu Hitam Tanjungpinang. Sidang dipimpin langsung oleh Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama TNI S. Irawan, S.E. selaku ketua panitia.

Dalam sambutannya Danlantamal IV mengharapkan Panitia Penentu Akhir Daerah (Pantukhirda) Calon Tamtama Prajurit Karier TNI Angkatan Laut Tahun 2017 dapat mencermati seluruh hasil seleksi yang telah dilaksanakan secara komprehensif sehingga dapat memberikan penilaian yang obyektif dan tidak ada pihak-pihak yang dirugikan.

“Anggota Pantukhirda agar memilih calon-calon Tamtama Prajurit Karier TNI Angkatan Laut yang memenuhi kriteria Panitia Pusat sehingga calon yang dikirim dari Panda Tanjungpinang benar-benar merupakan calon yang sehat secara mental, jasmani dan rohani,” tegas Danlantamal IV.

Pantukhirda merupakan tahapan akhir seleksi calon Tamtama Prajurit Karier TNI Angkatan Laut tingkat Panda dengan melihat langsung kondisi fisik para calon berdasarkan data hasil/nilai seleksi yang telah ditempuh sebelumnya serta mengadakan tanya jawab secara acak.

Sebelum mengikuti sidang Pantukhirda, para calon Tamtama Prajurit Karier TNI Angkatan Laut ini mengikuti rangkaian kegiatan test yang telah diselenggarakan oleh Panitia diantaranya meliputi pemeriksaan Administrasi, Test Kesehatan, Kesemaptaan Jasmani, Mental Ideologi dan Psikologi.

Dari 13 peserta Pantukhirda, akhirnya 12 orang peserta dinyatakan lulus untuk selanjutnya akan dikirim ke panitia pusat untuk menjalani pantukhir tingkat pusat di Lapetal Malang. (Dispen Lantamal IV).
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa