Kamis, 23 November 2017

Diduga langgar UU Pelayaran, KM Lintas Laut 4 diamankan Tim WFQR Lantamal IV

Tanjungpinang - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV, Selasa (14/03), mengamankan KM Lintas Laut 4 yang diduga melakukan pelanggaran Undang-Undang Pelayaran di Perairan Pulau Penyengat Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV menjelaskan, KM Lintas Laut 4 GT 26 diamankan Tim WFQR Lantamal IV pada posisi 0'55 130''U - 104'26 273"T. Kapal kargo kayu yang berlayar dari Pulau Sambu dengan tujuan Tanjungpinang, dengan lambung kapal berwarna abu-abu dan bangunan kapal berwarna putih berbendera Indonesia dengan pemilik “MA”.

“Dari hasil pemeriksaan terhadap muatan kapal, diketahui kapal mengangkut 14 batang besi H beam, 26 batang besi H beam, 62 lembar seng P.520 m, 7 lembar rabung seng, 34 unit bar bending, 1 unit bar cutter,” ungkap Danlantamal.

“Tim WFQR Lantamal IV yang melaksanakan pemeriksaan menemukan beberapa pelanggaran di antaranya nahkoda berlayar tanpa SPB karena SPB yang ada atas nama `H` namun kenyataannya `H` tidak ada di kapal, saat diperiksa kapal dinahkodai oleh `M` yang tidak memiliki SKK karena jabatan sebenarnya adalah KKM dan kapal dilengkapi dengan sertifikat alat keselamatan kapal namun secara fisik nihil,” imbuhnya.

Laksma TNI S. Irawan menegaskan kepada seluruh masyarakat Kepri dalam melaksanakan aktivitasnya di laut agar menaati peraturan perundang-undangan yang ada demi keselamatan dan tertib administrasi. TNI AL yang memiliki kewenangan penegakan hukum di laut tidak akan segan-segan menindak setiap bentuk pelanggaran yang dilakukan.

Kapal beserta seluruh ABK dan muatan di bawah pengawalan Tim WFQR Lantamal IV dibawa menuju Dermaga Yos Sudarso Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna penyelidikan dan proses hukum lebih lanjut. (Dispen Lantamal IV).
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa