Selasa, 25 Juli 2017

International Conference World Zakat Forum

Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka Konferensi World Zakat Forum (WZF) di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu (15/3).

Konferensi ini akan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (16/3), dengan mengusung tema "Penguatan Peran Zakat sebagai Instrumen Global Pengentasan Kemiskinan".

Acara juga dihadiri oleh Ketua BAZNAS Prof Dr Bambang Sudibyo, Sekjen WZF Ahmad Juwaini, dan menghadirkan para penggerak zakat dari 16 negara yaitu Indonesia, Arab Saudi, Bosnia Herzegovina, Maroko, Malaysia, Bangladesh, Sudan, Brunei Darussalam, Uganda, Nigeria, India, Jepang, Australia, Vietnam, Kamboja dan Cyprus.

Menteri Lukman menyampaikan dukungan atas ditunjuknya Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi WZF, karena Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbanyak terus berusaha mengelola dan memanfaatkan zakat dengan sebaik-baiknya.

"Pemerintah telah mengatur Zakat ke dalam hukum positif melalui Undang-Undang Nomor 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat agar pengelolaan zakat dapat optimal," kata Menteri Lukman.

Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo, MBA CA dalam sambutannya mengatakan, BAZNAS bersama-sama dengan Sekretariat Jendral World Zakat Forum di bawah kepemimpinan Dr. Amad Juwaini dengan senang hati mengambil peran menjadi tuan rumah dari konferensi ini. Ia berharap, Konferensi WZF tahun 2017 ini dapat melahirkan solusi atas permasalahan umat di dunia.

"Kami berharap konferensi ini berjalan lancar dan akhirnya bisa menyepakati resolusi dan membentuk kepengurusan baru dari World Zakat Forum periode 2017-2020," ucapnya.

Sekretaris Jendral WZF, Ahmad Juwaini mengatakan, para delegasi ini akan membahas upaya pengentasan kemiskinan karena sebagian besar negara-negara dengan warga mayoritas Muslim, penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan.

"Konferensi ini bertujuan untuk merevitalisasi peran zakat dalam mengambil bagian dari masalah sosial-ekonomi yang terkait dengan kemiskinan dan pemberdayaan umat," katanya.

WZF adalah forum kerjasama lembaga-lembaga zakat sedunia. Konferensi WZF diadakan tiga tahunan dengan mengundang orang-orang yang bekerja pada urusan dan kegiatan zakat dari berbagai belahan dunia, termasuk dari negara non-muslim. Periode 2014, acara ini digelar di New York, Amerika Serikat.

Selain pembahasan masalah tersebut, konferensi menggelar suksesi pemilihan Sekreataris Jenderal WZF yang baru.

Acara Konferensi WZF ini diawali dengan jamuan makan malam di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (14/3), yang dihadiri utusan dari berbagai negara.

Di Indonesia, tren penghimpunan zakat melalui seluruh organisasi pengelola (amil) zakat resmi terus meningkat. Tahun ini penghimpunan ditargetkan mencapai Rp6 triliun atau meningkat 20 persen dari tahun 2016. Jumlah tersebut diharapkan dapat mengentaskan 1% penduduk miskin di Tanah Air atau sekitar 280 ribu jiwa.

Tentang BAZNAS
Adalah badan pengelola zakat yang dibentuk pemerintah melalui Keputusan Presiden (Kepres) No 8/2001. BAZNAS bertugas menghimpun dan menyalurkan Zakat Infak dan Sedekah pada tingkat nasional. Lahirnya UU No 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, mengukuhkan peran BAZNAS sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengelolaan zakat nasional.

BAZNAS sudah berdiri di 34 Provinsi dan 520 Kabupaten/ Kota.

Informasi lebih lanjut, hubungi Ndari Rumi 087889573889
www.baznas.go.id @baznasindonesia Fb: badan amil zakat nasional
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Event