Minggu, 30 April 2017

Teylin akan segera digelar

Antusiasme akademisi dan praktisi di bidang pengajaran pendidikan Bahasa Inggris mengikuti konferensi internasional ‘’Teaching for Young Learner in Indonesia’’ (Teylin), yang diselenggarakanProgram Studi Pendidikan Bahasa Inggris (Prodi PBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muria Kudus (UMK), 25-26 April 2017 mendatang, cukup tinggi.
Tingginya antusiasme akademisi dan praktisi mengikuti Teylin yang digelar untuk kali kedua sebagai forum internasional, ini dikemukakan oleh ketua Prodi PBI FKIP UMK, Diah Kurniati S.Pd M.Pd, Senin (20/3).

‘’Banyak akademisi dan praktisi dari berbagai perguruan tinggi dan instansi lain di Indonesia, telah mendaftar. Tidak hanya dari Jawa, dari luar Jawa juga banyak yang sudah daftar,’’ ungkapnya.

‘’Ada peserta dari Malaysia juga yang telah mendaftar,’’ lanjutnya.

Dari dalam negeri, aereka antara lain berasal dari UNS Surakarta, Singaperbangsa Karawang, IAIN Samarinda, UIN Bandung, Universitas Muhammadiyah Palembang, STKIP PGRI Tulungagung, Sekolah Cikal, Sahid Tourism Institute of Surakarta, SMPN Unggulan Indramayu, Unika Soegijapranata Semarang, UKSW Salatiga, Unisula Semarang, dan dari SMA 2 Cepu.
Dia menyampaikan, Teylin kali ini, menghadirkan tiga pakar, yaitu Itje Chodidjah (ELT and UYL Professional Consultant, Indonesia), Nicholas Cooper (Lancaster University, United Kingdom) dan Dr. Jo-Ann Netto-Shek dari National of Education (NIE), Singapore.

‘’Tiga narasumber telah kami hubungi, dan sudah memastikan bisa hadir di Teylin ini,’’ jelasnya.

Diah Kurniati berharap, banyak input dalam hasil kajian atau riset para peserta Teylin nantinya.

‘’Semoga banyak metode baru pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak yang bisa di-share dan kemudian diimplementasikan dalam pengajaran Bahasa Inggris,’’ katanya.

REDAKSI-MuI

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain