Jumat, 22 September 2017

IdA dari London: Temu pengurus Perhimpunan Rantau Indonesia-Inggris dan Republik Irlandia dengan Ketua Dewan Diaspora Indonesia Global

Pimpinan anyar PERIUK Inggris dan Republik Irlandia: Ayleen Wisudha yang juga adalah pengajar ilmu psikologi di Universitas Westminster dan menetap di Inggris selama 40 tahun menyatakan pentingnya adanya wadah yang mempersatukan masyarakat Indonesia dan mereka yang masih memiliki hubungan yang tidak bisa terpisahkan dengan Tanah Air tetap terjalin. "Terutama merupakan bagian dari masyarakat diaspora global dengan program-program mengangkat keahlian kita di rantau dan membagi pengalaman dan pengetahuan demi pembangunan sdm kembali ke Indonesia," jelasnya saat acara temu dengan Ketua Dewan Diaspora Indonesia Global: Dino Patti Djalal pada misi lawatannya di ibukota Inggris.


Menurut Dino Patti Djalal, "Ini adalah tentang orang Indonesia yang menetap, berkarya dan hidup di luar Indonesia dan memiliki keterkaitan dengan Indonesia."


Dalam pidatonya, disampaikan tujuan dibangunnya inisiatif ini pada tahun 2003 saat dirinya masih menjabat sebagai duta besar untuk Amerika Serikat adalah untuk tetap 'connected,' terjalin antar dan antara sesama diaspora Indonesia sehingga memiliki rasa kebangsaan dan kebersamaan yang kuat dan terjaga.


Ada 3 hal yang disarankan kepada para perantau di Inggris dan Republik Irlandia yakni memfasilitasi kesempatan kerja untuk kembali ke Indonesia memberikan keahliannya untuk Tanah Air.


Kemudian juga memprogramkan adopsi desa/kawasan tertinggal kita untuk mendapat perhatian dan dukungan dari PERIUK dengan memberikan bantuan langsung semisal buku-buku berbahasa Inggris, juga tenaga relawan, dll.


Terakhir, membangun dialog sektoral atas bidang-bidang keahlian yang telah dimiliki di Inggris sehingga bisa betul-betul membantu pemerintah dalam berbagai sektor pembangunan bersama masyarakat Indonesia di Nusantara.


Selain para pengurus dan media, juga dihadirkan semalam waktu Inggris, wakil dari KBRI London, Thomas A Siregar, Minister Konselor Diplomasi Publik, Media dan Sosio-Budaya. Hadir bersama di sana Charles Humphrey, CMG yang pernah menjabat Dubes Inggris di Indonesia yang kini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Indonesia-Inggris.


Diaspora global merencanakan Temu Diaspora Global di Indonesia pada tanggal 1 Juli 2017 yang mentargetkan meraup 5,000 peserta yang akan membahas tentang berbagai program ke depan secara partisipatif dan bertanggung-gugat.


Salam dari London!

REDAKSI-Wa

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.