Rabu, 24 Mei 2017

Yonif Raider 514 Kostrad kembangkan olahraga karate pada para pelajar

Pemuda adalah masa depan bangsa, hal itulah yang menjadi titik awal pemikiran satuan Batalyon Infanteri Raider 514 Kostrad untuk memberikan keterampilan kepada para remaja maupun anak-anak di daerah binaannya dengan olahraga beladiri karate.


Berawal dari pelatihan karate putra dan putri prajurit yang dilatih oleh personil Yonif Raider 514 Kostrad diantaranya Pelda Sumantri, Serka Heriyanto Pare Dan Kopka R. Samosir yang berhasil mencetak prestasi, baik ditingkat kabupaten, Provinsi, maupun Nasional memberikan daya tarik bagi masyarakat di sekitar wilayah Satuan.


Selain itu, lebih didukung lagi dengan diangkatnya Serma Meky Rony, mantan prajurit Yonif Raider 514 Kostrad yang sekarang bertugas di Kodim Bondowoso sebagai Ketua Umum Federasi Olah Raga Karate Indonesia (FORKI) Kabupaten Bondowoso.


Setelah mendapat petunjuk dan dukungan dari Komandan Yonif Raider 514 Kostrad,Letkol Inf Arif Harianto para pelatih berkoordinasi dengan beberapa sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Bondowoso untuk mengembangkan pelatihan olahraga karate sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dengan tujuan untuk mencapai sasaran yang dimaksud, dan hal ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah.


Mereka sangat senang karena kegiatan ekstrakurikuler ini memberi dampak positif bagi sekolah. Selain meningkatkan prestasi sekolah di bidang olahraga, juga meningkatkan kedisiplinan, sikap dan perilaku siswa yang positif, hal itu sesuai dengan sumpah Karate yang menjadi acuan dalam memberikan latihan.


Sampai saat ini ada beberapa sekolah yang sudah berpartisipasi diantaranya SDN Badeaan 1 Bondowoso dan MAN 1 Bondowoso. Hal ini masih akan terus dikembangkan lagi sesuai petunjuk Komandan Yonif Raider 514 Kostrad.


REDAKSI-

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Pendidikan