Kamis, 21 September 2017

Upacara 17-An Bulan Juli di Markas Kostrad

Segenap personel Markas Kostrad melaksanakan upacara bendera tujuh belasan di lapangan Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad) Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P bertindak selaku Inspektur Upacara membacakan amanat Panglima TNI, Senin (17/7).

Dalam amanatnya yang dibacakan Kaskostrad, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan atas kinerja seluruh Prajurit dan ASN TNI karena tidak pernah surut dan selalu memiliki dedikasi yang tinggi.

Lebih lanjut disampaikan Panglima TNI terkait beberapa peristiwa teror yang menjadi perhatian masyarakat, Panglima TNI berpesan untuk bersikap hati-hati dan waspada dimanapun berada sebagai bentuk antisipasi dini. Selain itu Panglima TNI juga menegaskan kepada segenap Prajurit TNI untuk tidak risau dan tidak cemas menyikapi kejadian yang menimbulkan korban prajurit TNI, karena Panglima TNI selaku pimpinan berkomitmen akan senantiasa melindungi dan mengambil alih tanggung jawab atas langkah dan tindakan setiap pengambilan sikap dan tindakan tegas prajurit dalam menindak aksi-aksi kejahatan yang menimpa masyarakat, khususnya keluarga besar TNI, dan apabila satu orang prajurit TNI tersakiti, maka sesungguhnya seluruh prajurit TNI juga merasa tersakiti.

Panglima TNI juga menegaskan pemberantasan terorisme tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan secara total, semua elemen bangsa, semua pemangku kepentingan Negara, atas nama Negara dibawah payung UU anti terorisme mampu berperang melawan terorisme, karena tanpa peran serta seluruh elemen bangsa Indonesia maka pembasmian terror di bumi Pancasila ini akan berhenti dan menjadi sebuah konsep belaka. Untuk itu TNI harus selalu siap dalam pemberantasan terorisme.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa