Minggu, 19 November 2017

Pangdivif 2 Kostrad buka Kejurnas Karate Divif 2 Kostrad Open 2017

Dalam rangka pembinaan teritorial dan mencari bibit atlet-atlet karate, Divisi Infanteri 2 Kostrad bekerjasama dengan Pemerintah Kota Batu menyelenggarakan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Divif 2 Kostrad Open 2017.

Kejuaraan yang berlangsung dari tanggal 21 sampai dengan 23 Juli 2017 ini diikuti oleh 78 kontingen, yang terdiri dari 60 kontingen sipil dan 16 kontingen militer, dengan total peserta kontingen sebanyak 1.310 orang.

Diawali dengan upacara pembukaan, Kejurnas ini dibuka langsung oleh Pangdivif 2 Kostrad, Mayjen TNI Agus Suhardi di GOR Gajah Mada Kota Batu, Jumat (21/7). “Selamat Datang kepada para peserta Kejuaraan Nasional Karate Divif 2 Kostrad Open Tahun 2017”, ungkap Pangdivif 2 Kostrad di awal amanatnya.

“Kejuaraan ini merupakan bagian dari program dan kalender kegiatan Forki Pengprov Jawa Timur dan juga merupakan bentuk peran serta generasi muda dalam pembinaan olahraga karate di Indonesia”, sambungnya.

Selain itu, Pangdivif 2 Kostrad juga berpesan kepada para atlet yang bertanding agar memanfaatkan event ini dengan sebaik-baiknya, untuk dapat menjadikan diri sebagai atlet-atlet handal dan berprestasi.

“Junjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran tanpa harus mencari-cari kesalahan orang lain. Patuhi semua ketentuan dan aturan yang sudah disepakati dan biasakan tampil sebagai atlet-atlet yang cerdas, berani menerima kemenangan dan berani menerima kekalahan”, tegas Pangdivif 2 Kostrad.

Turut hadir Ketua Forki Jatim Mayjen TNI (Purn) I Made Sukadana, unsur Forkopimda Kota Batu dan Malang Raya, Para Asisten Kasdivif 2 Kostrad, Ketua KONI Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, Ketua Forki Kota Malang dan Kabupaten Malang serta Para Komandan Satuan Jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.