Kamis, 21 September 2017

Sampah menghiasi Situ Gintung Ciputat Timur

Pengurus HMI Cabang Ciputat, Muhamad Asep Saefullah atau yang akrab dipanggil kang Asep, beliau juga salah seorang pemuda peduli lingkungan.

Beliau geram dengan perusahaan-perusahaan multi nasional yang mengabaikan masalah sampah.

Dalam keterangannya, Asep mengatakan, perusahaan seperti Alfamart, Alfamidi, Indomart, Giant dan Seven Eleven harus ikut bertanggung jawab dalam menuntaskan masalah sampah di Kota Tangerang Selatan.


Asep juga menuding perusahaan yang disebutkannya diatas telah menyumbang sampah dalam skala yang besar di Kota Tangsel.

Produk-produk yang mereka jual hampir sebagian besar kemasannya berbahan dasar plastik. Dan bukan rahasia umum lagi bahwa sampah plastik butuh waktu lama untuk terurai.

Asep juga menuturkan bahwa perusahaan tersebut memiliki CSR yang begitu besar dan mereka punya kewajiban untuk ikut andil dalam masalah ini.

Harusnya dengan CSR yang mereka miliki setidaknya mereka bisa memberikan edukasi kepada warga tangsel tentang pengelolaan sampah dan bisa menyediakan tong sampah di setiap lingkungan RT. Perlu dicatat!, dalam waktu dekat ini saya akan meminta pertanggung jawaban mereka, Tegasnya.

Permasalahan sampah di kota Tangerang Selatan masih menjadi masalah yang sangat serius dan perlu tindakan cepat dari pemkot Tangsel.

Sampah di Tangsel itu betul-betul harus segera dituntaskan, Lihat Danau Situ Gintung sebagai contohnya. Sebagai salah satu tempat rekreasi warga Tangsel, Situ Gintung telah beralih menjadi Gunungan Sampah. Dengan memiliki anggaran yg cukup besar harusnya Tangsel menjadi kota yang bersih, Pemkot Tangsel jangan LELET, sampah ini masalah serius!. Imbuh Asep.

Lebih jauh, Asep menuturkan bahwa Airin selaku Walikota serius mengurus sampah dikota Tangsel agar menjadi kota yang asri.
REDAKSI-ank

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.