Selasa, 17 Oktober 2017

Kolonel Laut (P) Agus Sulaeman, M.Sc jabat Danlantamal II Padang 

Lantamal II Padang, Kamis (10/8) - Kolonel Laut (P) Agus Sulaeman, M.Sc resmi menjabat Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan laut (Danlantamal) II Padang menggantikan Laksma TNI Rudwin Thalib, S.E., dengan prosesi upacara serah terima jabatan di hadapan Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos, bertempat di Lapangan Arafuru Markas Komando Armada RI Kawasan Barat, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Kolonel Laut (P) Agus Sulaeman, M.Sc., kelahiran Bandung, 26 Juli 1962, merupakan alumni AAL 31 tahun 1986 dan waktunya lebih banyak dihabiskan di Satban Armabar, Satrol Armabar, Satlinlamil Kolinlamil, serta terakhir sebelum menjadi Danlantamal II Padang, Kolonel Laut (P) Agus Sulaeman, M.Sc., menjabat Kepala Pusat Pengkajian Maritim (Kapusjianmar) Seskoal.

Acara Sertijab Danlantamal II Padang juga diikuti secara bersamaan serah terima jabatan lainnya yang terdiri dari Komandan Lantamal I Belawan, Komandan Satfibarmabar, Komandan Denma Koarmabar serta pengukuhan Komandan Denintelarmabar.

Dalam amanat Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia, S.Sos., mengatakan, serah terima jabatan merupakan dinamika dari sebuah organisasi yang terus bergerak dinamis, agar dari waktu kewaktu menjadi semakin lebih baik, pergantian pejabat bukanlah sekedar peergantian personel semata, tetapi juga bermakna sebagai wujud kepercayaan pemimpin TNI Angkatan Laut yang diberikan kepada perwira terpilih. Disamping itu, serah terima jabatan juga merupakan proses regenerasi yang bertujuan untuk memantapkan kualitas kepemimpinan, mengembangkan kemampuan manajerial dan memperluas wawasan serta memperkaya pengalaman bagi perwira sehingga diharapkan mampu mengemban setiap tugas yang dibebankan secara profesional demi kemajuan organisasi.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain