Rabu, 20 September 2017

GBI Getsemani gelorakan `Doa Bersama 171717`

Gereja Baptis Indonesia (GBI) Getsemani menyuarakan suara perdamaian dalam persatuan dan kesatuan saat berlangsungnya “Doa Bersama 171717”, Kamis (17/8) hari ini.

Tak ketinggalan, anggota Kodim 0809/Kediri yang beragama Kristen Protestan maupun Khatolik turut berbaur dengan jemaat gereja lainnya untuk menyatukan pandangan tertuju pada Tuhan Yang Maha Esa.

Kapten Inf Sunarjo selaku penanggungjawab kegiatan kerohanian ini juga turut ambil bagian menyuarakan pikirannya kepada para jemaat, dan tentunya Pdt.Timotius Kabul selaku pemimpin gereja ini membawa tema religi bernuansa kebangsaan.

“Doa bersama ini tidak lebih tidak kurang, membangun komunikasi antara sesama manusia, terutama TNI dengan masyarakat, dalam hal ini jemaat gereja ini, dan komunikasi antara manusia dengan Tuhan. Dalam doa ada tersirat suatu permohonan dan permohonan itu tentu saja ada latarbelakangnya. Doa yang baik berasal dari hati yang tulus tanpa ada tekanan atau paksaan, karena segala sesuatu ada pada hati kita masing-masing,” kata Kapten Inf Sunarjo.

Di bawah kendali Pijiar, selaku pengarah doa bersama ini, lagu-lagu pujian kerohanian bertema kebangsaan juga dilantunkan satu per satu, diiringi musik yang dibawakan BM GBI Getsemani.

Sementara pada inti ceramahnya, Pdt Timotius Kabul menekankan pentingnya kesadaran berbangsa dan bernegara, sebagaimana termuat dalam Alkitab, bahwa sebagai warga negara yang baik harus komitmen untuk setia pada bangsa dan negaranya, baik dalam posisi dibawah maupun pada posisi di atas. Menghormati dasar suatu negara adalah mutlak, sebagaimana Yesus ketika melakukan aktivitasnya berkotbah kepada orang-orang di sekitarnya, tidak satupun tema kotbahnya yang memojokkan atau mendiskreditkan Pemerintahan yang sah saat itu, dalam hal ini Pemerintah Kolonial Romawi.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa