Sabtu, 16 Desember 2017

Pasukan Garuda XX-N/Monusco bagikan daging kurban di pedalaman Kongo

Pasukan Garuda yang tergabung dalam Satuan Tugas Kompi Zeni Tentara Nasional Indonesia (Satgas Kizi TNI) Kontingen Garuda (Konga) XX-N/Monusco yang saat ini sedang bertugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian PBB, beberapa waktu lalu merayakan Hari Raya Idul Adha 1438 H/2017 M dan membagikan daging kurban kepada masyarakat lokal di pedalaman Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Sebelum melaksanakan pembagian hewan kurban, Pasukan Garuda Satgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco di bawah pimpinan Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos sebagai Komandan Satgas (Dansatgas) menggelar Sholat Idul Adha 1438 H di Base Camp Indo Eng Coy, Bumi Nusantara, Haut-Uele District, Kota Dungu, Republik Demokratik Kongo.

Sejak pukul 06.00 pagi waktu setempat, gema takbir sudah berkumandang memenuhi atmosfir udara Dungu-Kongo. Lebih dari 300 orang termasuk warga muslimin dari Kontingen Maroko, Bangladesah, UN Staf dan masyarakat lokal yang berdomisili di sekitar UN Camp ikut serta melaksanakan Sholat Idul Adha bersama Pasukan Garuda XX-N/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo).

Setelah melaksanakan Sholat Idul Adha, para Peacekeepers dibantu oleh masyarakat lokal mulai menyembelih hewan kurban yang disiapkan. Total hewan kurban yang disiapkan adalah 25 ekor Sapi dan 9 ekor Domba.

Dansatgas Kizi TNI Konga XX-N/Monusco Letkol Czi Nur Alam Sucipto, S.Sos menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya kepada seluruh personel Satgas yang sudah berkurban pada perayaan Idul Adha tahun ini. “Hewan kurban ini akan disalurkan kepada fakir miskin yang berada di Bumi Nusantara Camp, Daerah TOB Demu dan TOB Tadu yang berada di puluhan kilo dari Bumi Nusantara Camp,” ucapnya. (Ahmad/Puspen TNI)
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Perayaan