Sabtu, 21 Oktober 2017

Historis dalam balutan kolosal warnai HUT TNI

Usai upacara peringatan HUT TNI ke-72, drama kolosal yang digarap sutradara sekaligus penulis skenario yang akrab disapa Agus Gondrong, memberikan tampilan terbaiknya di hadapan publik.


Sosok Mayor Jenderal Moestopo yang lahir di Kediri pada 1913 dan meninggal dunia pada 1986 silam, diangkat historisnya dalam bentuk drama kolosal yang dilangsungkan di Lapangan Makodim 0809/Kediri hari ini, Kamis (05/10/2017).


Para pemeran drama kolosal berasal dari latarbelakang yang berbeda-beda, dari ruang lingkup TNI hingga Polri, Satpol PP, mahasiswa, pelajar hingga mereka yang tergabung dalam sanggar. Seluruh pemeran juga harus menempuh latihan selama 2 pekan dan secara berturut-turut juga, sang sutradara mengawasi langsung kekeliruan atau kesalahan dalam konteks penyesuaian teks naskah drama kolosal ini.


Alur cerita sendiri diawali dari era masa kolonial Belanda dan berlanjut masa kolonial Jepang. Segala kesusahan atau kesengsaraan akibat dibawah pemerintahan kolonial tergambar jelas dalam beberapa chapter. Pesan moral juga diusung dalam drama kolosal ini, sekaligus memberi makna tersendiri dari historis yang sebenarnya.


Visual cerita yang menggambarkan detik-detik Proklamasi juga ada dalam teks naskah drama kolosal ini, dan lagi-lagi para pemeran menggiring imajinasi penonton terfokus pada komunikasi radio yang identik sebagai informasi faktual di masa itu. Jelang chapter terakhir, diceritakan peperangan antara pejuang dengan penjajah yang datang kembali usai Proklamasi dikumandangkan. Cerita klasik mengakhiri drama kolosal ini, yaitu kebahagiaan seluruh bangsa Indonesia dalam bentuk tari massal.


Kodim Kediri bersama Pemerintah Daerah setempat ,sebelumnya juga menggelar drama kolosal serupa dengan genre yang berbeda, saat puncak HUT RI ke 72 berlangsung. Drama kolosal ini digelar terkait dengan momentum HUT TNI ke 72 yang jatuh pada hari ini.

REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.