Sabtu, 21 Oktober 2017

Gebyar Jaranan meriahkan HUT ke-72 TNI TNI

Hiburan sekaligus kesenian tradisional bergenre seni jaranan, berlangsung kemarin sore di halaman Makoramil 15/Kandangan. Pagelaran senin jaranan ini diadakan dalam rangka HUT TNI ke 72 dan diselenggarakan atas kerjasama Koramil Kandangan bersama paguyuban perangkat desa se-Kecamatan Kandangan, Sabtu (07/10).

Pada sambutannya, Danramil Kandangan Kapten Czi Kustoyo menuturkan ,”Ini adalah kedekatan antara TNI dengan Rakyat. Pagelaran seni jaranan ini sekaligus menjadi bukti kalau TNI juga turut memperhatikan kesenian tradisional. Seni jaranan khas Kediri harus kita lestarikan bersama. Apalagi salah satu negara tetangga kita diindikasikan mulai menyerobot atau mengklaim beberapa budaya bangsa kita. Untuk itu, kalau kita tidak ada upaya melestarikan, budaya kita bakal menjadi milik negara lain dengan klaim-klaim sepihak tanpa bukti historis dari budaya itu.”

Sementara itu, Camat Kandangan, Sunar Utomo pada kesempatannya mengatakan ,”Saya bangga atas TNI, karena TNI adalah benteng kedaulatan negara kita. Kita harus support TNI saat melaksanakan program-programnya. Program-program yang mengarah pada kepentingan masyarakat harus kita dukung sepenuhnya. Saya yakin seluruh warga Kandangan setuju atas pendapat saya ini.”

Demikian juga Kapolsek Kandangan, AKP Eko Sanusi mengatakan ,”Kemarin saya sudah mengucapkan selamat HUT TNI ke 72 di Makoramil Kandangan dan hari ini sekali lagi saya mengucapkan selamat HUT ke-72 TNI. TNI dan Polri senantiasa bersatu dalam mewujudkan masyarakat yang aman, nyaman dan tentram.”

Kelompok seni jaranan yang tampil di halaman Makoramil Kandangan, semuanya berasal dari Kecamatan Kandangan dan tampilan mereka ini sekaligus memberikan hiburan tersendiri bagi warga Kandangan.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.