Sabtu, 18 November 2017

Kontes barongan HUT TNI ke-72

Event berlebel HUT TNI ke-72 berlangsung di halaman Makoramil 15/Kandangan, kemarin sore. Event ini melibatkan ratusan kontestan dari berbagai daerah. Tercatat 204 kontestan berpartisipasi dalam kontes barongan ini dan dari 204 kontestan, 47 kontestan berasal dari luar Kediri.

Dalam kontes ini, seluruh dewan juri berlatarbelakang seni yang sangat berhubungan dengan barongan itu sendiri dan hasil dewan juri bersifat mutlak tanpa diganggu gugat. Disamping itu, kehadiran 47 kontestan yang berasal dari Malang dan Jombang, menambah persaingan sehat antar kontestan.

Menurut Danramil Kandangan, Kapten Czi Kustoyo, kontes barongan ini lebih mengarah pada kreatifitas pecinta seni barongan, karena dari kreatifitas itulah ada nilai lebih di antara barongan-barongan yang ditampilkan.

Dalam pembuatan barongan sendiri, butuh kecermatan dan ketelitian, terutama pernik-pernik ataupun face dari barongan ini.

Mursani, warga Pare yang juga pecinta barongan ini mengungkapkan, ”Membuat barongan itu tidaklah mudah, butuh keterampilan khusus. Setiap orang yang membuat barongan punya karakter berbeda-beda. Yang penting, kreatifitas itu berdasarkan pemikiran sendiri, itu lebih penting. Ketertarikan orang lain kepada barongan itu yang menjadikannya berbeda. Tidak sembarangan orang membuat barongan.”

Sementara itu Sugito, warga Gurah, menginginkan kontes barongan ini tidak sekadar agenda rutin tahunan saja, tetapi bisa diadakan kapan saja. Barongan merupakan budaya bangsa sendiri dan hal itu harus dilestarikan.

Kontes barongan ini bisa berlangsung berkat turut andilnya komunitas pecinta barongan yang notabene, mayoritas berdomisili di Kediri. Dari komunitas pecinta barongan ini juga yang berperan, siapa yang terbaik pada event kali ini.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.