Jumat, 24 November 2017

Aktivitas religi di tengah tradisi bersih desa

Kegiatan bersih desa yang sudah menjadi tradisi turun temurun, diadakan Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, dan kegiatan bersih desa kali ini diisi pengajian akbar yang berlangsung di halaman Kantor Desa Mejono kemarin malam. Selain pengajian, ada beberapa acara terkait bersih desa yang didakan di Desa Mejono dan kegiatan tersebut sudah berakhir sepekan yang lalu, Kamis (19/10).

Acara ini juga dihadiri Bati Tuud Koramil Plemahan, Peltu Priono didampingi Babinsa Desa Menjono, Camat Plemahan, Gembong Prayitno, Kepala Desa Mejono, Tawar Riyanto serta Ketua RT dan RW se-Desa Mejono. Sedangkan pengajian terkait bersih desa ini, diisi ceramah dari K.H.Nurhadi atau akrab disapa Mbah Balong.

Sebelum acara puncak dimulai, terlebih dahulu Gembong Prayitno menyapa warga Desa Mejono dan dalam pesannya, ia mengingatkan warganya pentingnya data otentik kependudukan, khususnya adanya informasi akan diberlakukannya autentifikasi nomor kartu telepon seluler dengan nomor identitas penduduk.

“Kedepan atau 31 Oktober, semua kartu seluler akan diregistrasi ulang dan registrasi ulang ini disesuaikan dengan nomor induk yang tertera di KTP dan KK. Untuk itu, saya mengingatkan agar nantinya ketika waktu registrasi ulang, agar disesuaikan dengan angka yang tertera di KTP dan KK. Karena menurut informasi, kalau registrasi tidak dilakukan, kartu seluler bapak-bapak ibu-ibu akan diblokir alias tidak bisa digunakan lagi,” jelas Gembong Prayitno.

Sementara itu, Tawar Prayitno menghimbau warganya untuk bersama Ketua RT dan RW bersiap-siap diri menghadapi musim hujan. Untuk mempersiapkan hal itu, Tawar Prayitno menganjurkan warganya untuk mengagendakan kerja bakti yang terarah pada pembersihan saluran air.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain