Senin, 20 November 2017

Perkuat ideologi Pancasila dengan wawasan kebangsaan

Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mesti dipertahankan oleh segenap elemen bangsa ini. Jangan sampai Pancasila dan NKRI tergerus oleh ideologi yang mengancam keutuhan dan kedaulatan bangsa.

Danramil 03/Pegandon selaku narasumber mengutarakan hal itu pada diskusi yang diselenggarakan Kodim 0715/ Kendal dalam rangkaian kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-100 di Desa Jungsemi Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, Selasa (17/10).

“Perlu penguatan ideologi kebangsaan agar nasionalisme anak bangsa ini semakin kukuh. Jangan sampai generasi muda bangsa ini ditaklukkan oleh ideologi kiri yang cenderung liberal maupun ideologi kanan yang cenderung fundamental (radikal-red)” ujarnya.

Heri memaparkan, gerakan liberal agama bisa dilihat dari munculnya kelompok-kelompok yang memahami Islam dengan pendekatan yang bebas dan menempatkan akal di atas segalanya.

“Sementara fundamental Islam yang cenderung radikalis dan ekstrem, merupakan kelompok yang mengusung adanya formalisasi syariat dan terbentuknya pemerintahan Islam (khilafah Islamiyah-red),” terang Heri Martono.

Danramil 03/Pegandon mengatakan, dua ideologi tersebut, yakni liberalisasi dan fundamentalisme beragama harus diwaspadai dalam konteks negara Pancasila dan NKRI saat ini.

“Pancasila adalah ideologi bangsa yang dihasilkan dari kompromi atas realitas obyektif dan subyektif bangsa ini. ini sudah final. Maka, Pancasila dan NKRI harus dijaga” tegasnya.

Dalam kesemptan itu, dia pun berpesan agar moderatisme dengan menghargai perbedaan yang ada, benar-benar ditanamkan dalam sanubari para generasi muda bangsa ini.

“Dengan inilah, maka kedamaian dan kenyamanan dalam hidup berbangsa akan terwujud," paparnya.
REDAKSI-ank

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain