Senin, 20 November 2017

IDI miliki peran strategis wujudkan ketahanan kesehatan nasional

Letak Indonesia yang sangat strategis membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia, namun di sisi lain juga menjadi ancaman bagi penyebaran penyakit menular global. Dalam menghadapi perspektif ancaman ini, IDI memiliki peran sangat strategis dalam mewujudkan Ketahanan Kesehatan Nasional.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat menjadi Keynote Speaker sekaligus membuka Seminar Sehari Ketahanan Kesehatan Global Dalam Perspektif Pertahanan Negara yang diikuti oleh 400 dokter TNI dan Sipil, bertempat di Aula Gatot Soebroto Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/11).

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketahanan Nasional menyangkut berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga aktualisasinya butuh kerjasama dan sinergitas lintas sektoral. Saat ini, ancaman global yang menimpa negara-negara di dunia termasuk Indonesia yang sering dikenal sebagai proxy war salah satunya menggunakan aspek kesehatan sebagai media untuk menghancurkan suatu negara melalui biocrime, bio warfare dan bioterorism.

Panglima TNI menuturkan untuk menghadapi berbagai ancaman khususnya bidang kesehatan, bahwa di setiap daerah ada aparat Babinsa sebagai ujung tombak TNI yang bertugas melakukan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat. Namun laporan hasil deteksi dini dari Babinsa perlu segera diambil langkah yang tepat yaitu bekerja sama dengan dokter dan tenaga kesehatan setempat. “Peran dokter menjadi agen pertahanan terdepan dalam melawan ancaman perang biologi maupun bioterorism sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa kesepakatan Global Health Security Agenda (GHSA) Ministerial Meeting di Belanda tahun 2016 menghasilkan keputusan bahwa negara yang tidak serius menangani pendemik alami maupun buatan akan diberikan sanksi. Sanksi yang diberikan secara bertingkat dimulai dari Travel Advisory dan selanjutnya Travel Warming dan Travel Ban (tidak ada keluar masuk turis dan ekspor impor). Pada tahapan Travel Ban merupakan bentuk Embargo terselubung yang berdampak pada ketahanan nasional. “Kita harus mewaspadai hal ini,” tegasnya

REDAKSI-SiK

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa