Senin, 20 November 2017

Penghayat kepercayaan perkokoh ketahanan budaya lokal

Lokasi yang biasa digunakan nongkrong khususnya abg, siang ini dijadikan tempat pembinaan penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dengan mengambil tema “Memperkokoh Ketahanan Budaya Lokal di Era Global”.

Puluhan aliran penghayat kepercayaan turut ambil bagian pada pembinaan kali ini, diantaranya Sapto Darmo, Pangestu, Ilmu Sejati dan Murtitomo.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri memfasilitasi pembinaan yang turut diikuti Pabung Kodim Kediri, Mayor Inf Didik Sugeng bersama Kasat Binmas Polres Kediri, AKP Suyitno dan Kapten Kav Suradi, keduanya berstatus sebagai pembicara, Rabu (15/11).

Sebelumnya, Yuli Marwantoko dari Disparbud Kediri menjelaskan seputar kondisi demografi yang ada di Kediri, khususnya titik-titik keberadaan situs-situs peninggalan purbakala yang hingga saat ini masih bisa dilihat. Situs-situs inilah yang dapat menguak historis dari kehidupan masa lampau, terutama di Kediri. Demikian juga dalam konteks tatanan sosial masyarakat, dari beberapa bukti yang ada, toleransi umat beragama sudah ada sejak era pemerintahan kerajaan-kerajaan tempo dulu.

Sementara itu, Mayor Inf Didik Sugeng menjelaskan, intoleransi tidak boleh berkembang di negeri ini dan dampak negatif dari intoleransi sangat mengganggu kondisi keutuhan suatu bangsa, apalagi bangsa tersebut penuh kemajemukan. Toleransi sangat dibutuhkan dalam kondisi situasi apapun.

Lanjutnya, dampak masuknya paham-paham yang sangat bertentangan dengan karakter bangsa ini harus tetap diwaspadai.Paham-paham yang membenarkan keyakinan diri sendiri dan menyalahkan keyakinan orang lain dengan menciptakan diskriminasi yang berakibat perselisihan, harus dicermati. Jangan sampai di Kediri masuk paham-paham seperti ini, apalagi radikalisme yang cenderung pada intoleransi.

Lain halnya AKP Suyitno yang berbicara masalah hukum. Menurutnya, hukum bukan mengekang warga negaranya, tetapi mengatur segala sesuatu agar tidak terjadi benturan atau ketidakadilan. Hukum yang mengacu pada tindakan “hate speech” tidak bisa dilorerir. Selain memunculkan fitnah atau adu domba, hate speech dapat memunculkan konflik yang tidak terduga. Kapten Kav Suradi menambahkan, agar para pengguna medsos lebih berhati-hati menshare atau menerima konten infromasi, apalagi ditenggarai banyak konten berstatus “hoax bertebaran di medsos.
REDAKSI-ank

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Lain-Lain