Kamis, 14 Desember 2017

Danlantamal VI: Penangkapan pelaku illegal fishing adalah pembinaan agar kedepan gunakan cara yang benar

Komandan Pangkalan Utama TNI AL VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Yusup, S.E., M.M., meninjau Barang Bukti hasil penangkapan Tim Eastern Fleet Quick Respon (EFQR) Lantamal VI bertempat di dermaga layang Mako Lantamal VI, Sabtu (18/11) malam.

Sebelumnya di siang hari yang sama, Tim Eastern Fleet Quick Respon (EFQR) Lantamal VI yang dipimpin oleh Letda Laut (P) Hadi Sutoyo telah berhasil menangkap pelaku terduga penangkapan ikan menggunakan bius dan bahan peledak (Handak) di Gugusan Karang Paleko 10 mil sebelah Selatan Pulau Kapoposang Kab Pangkep Sulawesi Selatan (Sulsel).

Danlantamal VI Menyampaikan Penangkapan ini berdasarkan laporan Tim Intelijen Lantamal VI tentang adanya kegiatan penangkapan ikan menggunakan handak dan bius di sekitar Pulau Kapoposang yang selanjutnya ditindaklanjuti dengan cepat oleh tim EFQR Lantamal VI.

“Begitu ada informasi kemudian ditindak lalu menangkap kegiatan illegal Fishing ini dan diharapkan juga dengan cara seperti ini bisa mengamankan dan menyadarkan masyarakat Nelayan yang menggunakan cara ini,” ujar Danlantamal VI.

Lanjut Danlantamal VI, Bahan – bahan tersebut dapat merusak terumbu karang, kalau terumbu karang rusak maka tidak ada tempat untuk plankton yang merupakan pakan ikan dan akhirnya ikan – ikan tidak ada di sekitar tempat itu.

“Yang paling terpenting, para Nelayan tersebut adalah bukan musuh kita, oleh karena itu harus kita sadarkan mereka supaya menangkap ikan dengan cara yang sehat dan benar dan ini merupakan suatu bagian pembinaan oleh Lantamal VI,” kata Laksma TNI Yusup.

Hadir mendampingi Danlantamal VI, Asops Danlantamal VI Kolonel Laut (P) Anang Nurjatmiko, Asintel Danlantamal VI Kolonel Laut (KH) Luddy Mulyadi S.T, Dansatkamla Lantamal VI dan Dantim Intel Lantamal VI.
REDAKSI-AnJ

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Peristiwa