Rabu, 24 Januari 2018

Tantangan dan hambatan tanam padi di musim hujan

Penanaman benih dengan menggunakan alsintan (alat mesin pertanian) ketika memasuki musim hujan, tidak bisa dipungkiri masih ada beberapa faktor yang harus dicermati, khususnya bagi pelaku sektor pertanian, dalam hal ini ialah para petani. Sebagaimana yang dilakukan Kodim 0809/Kediri, dalam hal ini Koramil 16/Papar saat memberdayakan alsintan jenis transplanter di tengah-tengah berjalannya roda sektor pertanian di Kediri. Lahan pertanian di Desa Kwaron Kecamatan Papar Kabupaten Kediri ini cukup luas kendati mayoritas lahan pertanian disini ditanami jagung, tidak menutup kemungkinan tanaman padi juga bakal menjadi favorit bagi para petani di desa ini, Senin (27/11/2017).

Danramil Papar Kapten Chb Mulyono mengkonfirmasikan, berdasarkan umur, secara umum tanaman padi dikategorikan dalam umur genjah sekitar 110 hari dan lebih dari 120 hari. Padi varietas lokal pada umumnya berumur dalam, sedangkan padi varietas unggul berumur genjah. Bila di hitung secara matematis, bila bulan November ini melakukan tanam padi, maka diperkirakan padi akan siap panen pada bulan Maret tahun depan.

Penanaman padi dengan menggunakan transplanter ini, selain lebih efektif dan efisien, diharapkan nilai nominal keuntungan yang diraih para petani bakal meningkat. Para petani sendiri sudah mulai paham cara penggunaannya, hal ini dikarenakan secara masif petugas PPL Pertanian mendorong agar para petani lihai dalam penggunaan transplanter ini.

Menurut Pasi Ter Kodim Kediri Kapten Inf Warsito berdasarkan input dari berbagai sumber yang notabene adalah pelaku di sektor pertanian, kendala di lapangan saat musim hujan tiba dan saatnya tiba para petani menanam benih padi, cukup rentan terhadap berbagai rintangan atau tantangan, seperti muncul dan berkembangnya OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), dikarenakan curah hujan yang tinggi bisa berdampak negatif pada ledakan populasi OPT. Selain itu, potensi lahan rusak akibat intensitas hujan yang terlalu tinggi juga perlu diwaspadai, terutama di kawasan-kawasan langganan tergenang air, seperti Gurah, Plemahan, Pare dan Badas. Sedangkan areal yang sering terjadi tangkis atau tanggul jebol, juga harus diwaspadai, seperti Grogol, Tarokan, Banyakan dan Mojo.

Di samping itu, pertumbuhan gulma di musim hujan sangatlah cepat, hal ini disadari atau tidak disadari sangat mengganggu kelangsungan pertumbuhan padi secara normal. Demikian juga intensitas sinar matahari bakal tidak lagi normal seperti musim kemarau, karena di musim hujan sangat identik dengan awan mendung, secara otomatis sinar matahari akan tertutup atau terhalang.

Kerjasama interaktif antara PPL Pertanian dengan TNI dalam hal ini Kodim 0809/Kediri sangat penting, baik ketika berhadapan langsung dengan kondisi lahan pertanian maupun saat berinteraksi dengan para petani.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.