Jumat, 15 Desember 2017

Danlantamal VI pimpin upacara HUT ke-46 KORPRI unsur PNS TNI se-Sulsel

Makassar, Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Yusup, S.E., M.M., memimpin upacara HUT ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI), bertempat di GOR Chandrasah Mako Lantamal VI, Rabu (29/11/2017).

Upacara ini dihadiri oleh Pangkosek Hanudnas II Marsma TNI Ir. Tedi Rizalihadi, Wadan Lantamal VI Kolonel Marinir Rasman, M.Tr (Han), Para Asisten Danlantamal VI, Sahli Pangdam XIV Hasanuddin, Sahli Alutsista Koopsau II, Komandan Wing Lanud Sultan Hasanuddin, Para Kadis/Kasatker Lantamal VI serta diikuti oleh seluruh Ketua dan anggota KORPRI Sub Unit TNI se-Sulawesi Selatan.

Dalam sambutan Presiden RI Joko Widodo selaku Penasihat KORPRI yang dibacakan oleh Danlantamal VI menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada segenap keluarga besar KORPRI atas sumbangsih dan pengabdiannya kepada bangsa, negara dan masyarakat. KORPRI harus menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara Indonesia dengan Aparatur Sipil Negara sebagai agen perekat Kebinekaannya. "Setiap Anggota KORPRI harus terus memperbaiki diri, tinggalkan cara - cara rutin dan perkuat semangat debirokrasi, jangan pernah berhenti berinovasi, manfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan terobosan layanan publik yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel", ujar Danlantamal VI yang membacakan amanat Presiden RI tersebut.

"KORPRI harus mampu menjaga netralitas organisasi, menempatkan Pelayanan masyarakat diatas kepentingan pribadi, organisasi dan golongan", demikian akhir sambutan Presiden RI yang dibacakan oleh Pemimpin Upacara.

Usai upacara, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bertempat di Gedung PP Jaladri Mako Lantamal VI.
REDAKSI-der

Masuk atau Daftar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Infodarianda.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.


IdA Perayaan